Sosialita

Asik, Grand New Avanza Bisa Dibawa Pulang dengan Uang Muka Rp 30 Jutaan

RIYADH — Ulama Arab Saudi mengecam film Muhammad yang diproduksi di Iran. Film yang menggambarkan masa kecil Nabi Muhammad itu dianggap sebagai "tindakan jahat" terhadap Islam dan sebuah "distorsi terhadap Islam".
 
Film termahal—di negeri mayoritas penganut Syiah—yang diluncurkan secara nasional itu menampilkan sosok Nabi, sebuah tindakan yang dilarang dalam Islam Sunni.
"Ini adalah sebuah karya tak bermoral ... distorsi terhadap Islam," kata seorang ulama Arab Saudi, Mufti Abdulaziz al-Sheikh, kepada surat kabar Al-Hayat.
 
"Ini adalah tindakan kejahatan terhadap Islam."
 
"Sebuah ejekan terhadap Nabi dan degradasi terhadap statusnya," kata dia.
 
Liga Dunia Muslim yang berbasis di Mekkah juga menyatakan bahwa film Muhammad dilarang. Sekretaris Liga, Abdullah al-Turk, mendesak Teheran untuk "menunda dan mencegah film tersebut" serta menyerukan umat Islam untuk memboikotnya.
 
Kendati Iran pernah mengecam kartun nabi seperti yang diterbitkan oleh majalah satire Perancis, Charlie Hebdo, Syiah pada umumnya lebih lunak daripada Sunni soal penggambaran tokoh agama.
 
Film yang disutradarai Majid Majidi dan berdurasi 171 menit ini menelan biaya 40 juta dollar AS atau setara Rp 562,5 miliar. Film tersebut digarap selama tujuh tahun.
Majid mengatakan, film tersebut bertujuan untuk mengembalikan citra yang benar tentang Islam yang pernah terdistorsi oleh kaum ekstremis. (cr04)