Hukum

Ini Dia Curhat Pilot Lion Air yang Jatuh di Bali

Tangerang- Pilot Lion Air yang jatuh di laut Bali, Mahlup Gozali mengaku baru sekali gagal mendarat. Gozali sudah 23 tahun menjadi pilot dan masa terbangnya lebih dari 15 ribu jam.

"Saya belum pernah gagal mendarat. Ini pertama dan terakhir. Insya Allah, jangan sampai terjadi lagi," katanya saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Pilot yang sudah 10 tahun bekerja di Lion Air tersebut tak menyangka pada Sabtu 13 April lalu ia akan gagal mendarat. Apalagi pesawat yang ia kemudikan adalah pesawat dengan teknologi yang sangat canggih. Terlebih, keadaan pesawat dan cuaca menurut Gozali dalam keadaan normal-normal saja.

Gozali tak mau menerka-nerka apa yang menyebabkan pesawat Boeing 737-800 yang ia terbangkan dari Bandung ke Denpasar nyemplung di perairan sekitar bandara Ngurah Rai, Denpasar. "Biar Komite Nasional Keselamatan Transportasi saja yang jelaskan. Mereka yang investigasi," kata pria 48 tahun tersebut.

Gozali adalah alumnus Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug, lulus pada 1988. Sejak itu ia sudah mengemudikan berbagai jenis pesawat, di antaranya twin otter, CN-235, Fokker 28, MD-80, MD-81, MD-82 MD-83, dan Boeing.

Boeing 737-800 tak masuk dalam daftar pesawat yang sulit dikemudikan. Yang paling sulit dikemudikan bagi Gozali adalah pesawat Twin Otter. “Sebab teknologinya terbatas. Teknologi lama. Itu pesawat baling-baling,” katanya.

Ia pun mengatakan tak pernah mengalami kesulitan dalam pendaratan. Ia tak mengingat satu pun tempat di mana ia kesulitan mendarat. “Semua sama-sama saja,” katanya. (rep02)