Nasional

Harga Minyak Anjlok, APBN 2016 Terancam Direvisi

Jakarta-Harga minyak dunia yang semakin anjlok dan berlimpahnya pasokan minyak dari negara-negara produsen minyak utama dunia memberikan kondisi ketidakpastian tersendiri bagi perekonomian banyak negara.  Anggaran Pendapat dan Belanja Negara (APBN) 2016 dan harga minyak mentah Indonesia (ICP) pun berpotensi akan direvisi. 
 
Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro tidak menampik, penurunan harga minyak yang membuat penerimaan negara untuk tahun 2016 dipastikan akan menurun. "Ya pasti penerimaan tahun ini berkurang. Harga minyak kan turun," ujar Bambang di Gedung DPR/MPR, Senin (18/1/2016). 
 
Selain itu, Bambang pun menjelaskan banyak pihak pula yang memprediksi penerimaan negara untuk tahun 2016 ini akan berkurang. Menurut dia, revisi terhadap APBN 2016 pasti akan dilakukan namun ia belum menjelaskan secara terperinci terkait revisi APBN 2016 yang akan dilakukan pemerintah. "Ya banyak yang prediksi penerimaan akan lebih rendah. Nanti pasti revisi (APBN) ada," ucap dia singkat. 
 
Asumsi ICP pada APBN 2016 dipatok sebesar 50 dollar AS per barrel terbilang terlalu tinggi. Pada waktu itu, Bambang memperkirakan idealnya asumsi ICP di APBN 2016 di level 40 dollar AS per barel. 
 
Sementara itu, harga minyak dunia terus mengalami penurunan. Pekan ini, harga minyak mentah Brent berada pada posisi 29,29 dollar AS per barel. Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada pada posisi 29,59 dollar AS per barel.(rep05)