Hukum

Korut Tuduh AS Sebarkan Virus Ebola

Korea Utara (Korut) menuduh Amerika Serikat (AS) telah menyebarkan virus ebola. Mereka mengatakan virus itu digunakan sebagai senjata biologis untuk menguasai dunia.

Korut menutup perbatasannya bagi wisatawan dan mengarantina siapa pun yang datang untuk mencegah virus ebola. Demikian seperti diberitakan Belfast Telegraph, Jumat (5/12/2014).

Kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) juga melaporkan, mereka diberi tahu seorang ajudan mantan Presiden Reagen bahwa AS telah menciptakan virus ebola dengan tujuan meluncurkan perang biologis.

Ajudan itu disebut-sebut bernama Roberts. Dia adalah seorang ekonom dan bernama lengkap Paul Craig Roberts.

Baru-baru ini Roberts mem-posting artikel di blog miliknya yang berjudul Apakah Pemerintah AS Penjahat Terburuk Masa Kini? Artikel tersebut mengutip karya yang diterbitkan oleh dua akademisi Ebola.

Di dalam artikel itu juga mengungkapkan bahwa AS telah mengeluarkan USD140 juta ke sebuah perusahaan farmasi untuk melakukan penelitian virus dan memilih Afrika sebagai lahan uji coba senjata biologis tersebut.

"Surat kabar Rusia, Singapura, dan Amerika mengkritik bahwa AS telah mengembangkan vaksin antivirus ebola itu sendiri. Namun, AS mencegah vaksin itu diketahui dunia, hanya demi kepentingan pribadi," tambahan artikel tersebut. (cr01/ozc)