Hukum

Oknum FPI Lakukan Tindakan Anarkis

PEKANBARU - Beberapa waktu lalu diberitakan, ormas Front Pembela Islam (FPI) melakukan tindak anarkis di tempat hiburan malam. Pemerintah menilai aksi itu sudah lewat batas dan mewacanakan pembubaran FPI.

Menanggapi hal itu, Ketua FPI Riau Zulhusni Domo menegaskan kalau tindakan brutal itu hanya dilakukan oleh oknum FPI. “FPI bertindak selalu dengan santun, apa yang terjadi saya kira hanya dilakukan oknum FPI tertentu saja,” sebutnya.

Domo menjelaskan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan aparat terkait seperti Satpol PP dan kepolisian terkait aksi di lapangan. “Setiap turun kami selalu didampingi kepolisian dan Satpol PP dan koordinasi selalu baik,” ungkapnya.

Jika Satpol PP atau polisi telah turun, kata Domo, pihaknya tidak lagi perlu turun.  Namun jika tidak ditanggapi mau tak mau pihaknya harus turun. "Hal itu sesuai dengan petunjuk Islam yang tidak membenarkan pembiaran sesuatu yang berbau maksiat," ungkapnya.

Dijelaskan Domo, FPI Riau tetap mengedepankan upaya diplomatis dan koordinasi dengan pihak terkait. Menurutnya, anggota FPI Riau berjumlah lebih kurang 600 orang, di Pekanbaru sendiri berkisar 200 orang tidak akan anarkis kecuali memang terjadi pembiaran. (rep1)