Sport

Tak Ada Lagi Air Mata dari Murray

London-Wimbledon 2013 berakhir manis untuk Andy Murray setelah dia berhasil keluar sebagai juara. Petenis kelahiran Skotlandia itu pun tak lagi mengakhiri Wimbledon dengan air mata.

Murray sukses tampil sebagai juara setelah mengalahkan Novak Djokovic di laga final. Melawan petenis rangking satu dunia itu di Centre Court, Minggu (7/7) malam WIB, Murray menang straigth set 6-4, 7-5, 6-4.

Hasil ini lebih baik daripada pencapaian Murray di turnamen tahun lalu. Di Wimbledon 2012 lalu, Murray gagal jadi juara setelah kalah dari Roger Federer di babak final.

Kekalahan itu membuat Murray meneteskan air mata seusai pertandingan. Tapi hal itu tak lagi terulang tahun ini.

"Rasanya sedikit berbeda dengan tahun lalu," sahut Murray seperti dikutip Sky Sports.

"Tahun lalu ketika aku kalah dari Roger di final, itu adalah momen tersulit dalam karierku. Hari ini adalah pertandingan yang sulit dengan beberapa reli panjang tapi aku melakukannya."

Meski menang tiga set langsung, Murray tak menutup pertandingan dengan mudah. Di gim ke-10 di set terakhir, petenis 26 tahun itu harus melewati empat kali deuce sebelum akhirnya memenangi pertandingan.

"Aku sudah menghadapi Novak berkali-kali dan ketika kami semua pensiun dia akan dikenang sebagai salah satu petarung terbesar," lanjut Murray.

"Dia melakukan comeback dari posisi kalah berkali-kali dan dia menyulitkanku hari ini. Itu jadi makin sulit tapi aku berhasil menekannya," katanya. (rep05)