Nasional

Gawat Kita Ini, Ternyata Minat Baca Anak Indonesia Hanya 0,01 Persen

Jakarta-Minat baca anak di Indonesia sangat rendah. Berdasarkan data UNESCO, persentase minat baca anak Indonesia sebesar 0,01 persen. Artinya, dari 10.000 anak bangsa, hanya satu saja yang memiliki minat baca. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR RI, Yayuk Basuki, dalam kunjungan di Kendal, Senin (25/5/2015). 
 
Mantan petenis nasional tersebut menjelaskan, banyak faktor yang melandasi penyebab kurangnya minat baca anak Indonesia. Namun, yang paling mendasar adalah tidak adanya kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak usia dini. 
 
Oleh karena itu, orangtua harus menjadi contoh dan kontrol yang baik bagi anak. 
 
“Lewat seminar membangun karakter bangsa dengan melalui gemar membaca dan pemberdayakan perpustakaan di Kendal ini, kami harap para pelajar khususnya sangat suka membaca,” kata Yayuk. 
 
Dia menegaskan bahwa perpustakaan dan masyarakat seharusnya memiliki hubungan yang erat. Artinya, penyelenggaraan perpustakaan yang bertujuan melayani masyarakat harus mampu menyentuh kebutuhan masyarakat. 
 
Oleh sebab itu, perpustakaan perlu untuk menyesuaikan koleksi yang dimiliki dengan kebutuhan masyarakat. 
 
“Informasi dan komunikasi antara perpustakaan dengan masyarakat, merupakan sesuatu yang penting. Sebab tanpa adanya informasi dan komunikasi, keduanya tidak akan pernah ada keterikatan,” ujarnya. 
 
Melalui fungsi anggaran dan pengawasan, Yayuk berjanji, Komisi X DPR akan mendorong perpustakaan nasional untuk menyusun program-program prioritas bersifat inovatif yang bertujuan untuk pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca baik ditingkat pusat maupun di daerah. (rep05)