Sport

World Cup di Brasil Terindikasi Korupsi

JAKARTA - Dana yang dikeluarkan Pemerintah Brasil dalam penyelenggaran Piala Dunia ini mencapai USD11,7 miliar. Sekitar USD4 miliar untuk membuat 12 stadion baru dan merenovasi stadion lama.

Biaya ini lebih dari tiga kali dari biaya yang dialokasi pada rencana awal. Fenomena ini menjadikan penyelenggaran di Brasil ini menjadi World Cup termahal yang pernah ada. Bahkan, memicu dugaan korupsi yang dilakukan para politisi dan kontraktor.

Celakanya, kemarahan pengunjuk rasa semakin menjadi-jadi usai anggota komite World Cup Brasil Joana Havelange mengeluarkan pernyatannya yang kontroversial tanpa mau peduli jika dana yang ada digelapkan.

"Saya cuma mau World Cup berlangsung dengan baik," kaya Joana Havelenge, yang juga putri dari mantan Ketua Asosiasi Sepakbola Brasil (Brazilian Football Confederation/CBF) Ricardo Teixeira.

"Saya tidak akan melakukan perlawanan, tidak perduli seberapa banyak telah terjadi kecurangan atau pencurian (atas dana World Cup)," jelas dia.

"Jika memang aksi protes perlu dilakukan (terkait dengan besarnya dana World Cup), seharusnya orang-orang melakukannya sebelum rangkaian even ini dimulai," jelas dia.

Dan Anda tahu yang terburuk, beberapa dari stadion tersebut bahkan tidak siap untuk turnamen tersebut. Sejumlah infrastruktur yang direncanakan dibangun untuk menyambut even ini juga molor.

Misalnya bullet train yang menghubungkan Rio dan Sao Paulo yang direncanakan selesai pada 2009 untuk World Cup, sekarang ini bahkan ditargetkan selesai pada tahun 2020. (cr01/ozc)