Nasional

Wuih, Kebab Baba Rafi Ekspansi ke Eropa

JAKARTA - Setelah menembus pasar Malaysia dan Filipina, Kebab Turki Baba Rafi siap ekspansi ke pasar Eropa. Saat ini, Baba Rafi memiliki 1.101 outlet di Indonesia, 23 outlet di Malaysia dan Filipina.

Dalam dua tahun ke depan, Baba Rafi berniat membuka 80 gerai di empat negara tersebut. Untuk memuluskan rencana ini, Presiden Direktur PT Baba Rafi Indonesia Hendy Setiono menandatangani Perjanjian Master Franchise dengan Sinan Gul, investor asal Belanda yang ditunjuk sebagai Master Franchise wilayah Eropa.

Kedua pihak sepakat mengawali ekspansi Baba Rafi di benua Eropa dengan penetrasi awal ke Belanda, dilanjutkan dengan melebarkan sayap ke Inggris, Jerman dan Belgia. Baba Rafi mengklaim ekspansi ini membuatnya posisinya jadi The World’s Biggest Kebab Chain alias Jaringan Kebab Terbesar Di Dunia.

Saat ini, Baba Rafi memiliki 1.101 outlet di Indonesia, 23 outlet di Malaysia dan Filipina. Gerai pertama Baba Rafi akan beroperasi di Belanda dalam dua belas bulan mendatang.

“Ekspansi Kebab Turki Baba Rafi ke Eropa merupakan peluang sekaligus langkah besar bagi kami. Kami bangga akan kepercayaan yang diberikan Sinan Gul dan berkomitmen untuk menjalin sinergi yang kuat dengan Sinan Gul dan tim," ujar Hendy dilansir detikfinance dalam siaran pers, Kamis (20/6).

"Kami menargetkan 20 outlet di masing-masing negara dalam dua tahun pertama,” tambahnya.

Kerja sama antara kedua pengusaha ini berawal dari pertemuan Hendy dan Sinan Gul di sebuah simposium kewirausahaan di Amerika Serikat (AS) tahun 2011. Sosok dan keberhasilan Hendy serta bisnisnya langsung menarik minat Sinan Gul untuk menjajaki kerja sama.

“Hendy membukakan mata saya. Peluang pasar waralaba kebab di Eropa sangat besar, masyarakat di sana sudah mengenal makanan kebab, tidak perlu ada edukasi lagi," kata Sinan.

Sinan menambahkan, meski sudah ada 20.000 outlet kebab di Eropa, semuanya dikelola pribadi atau bisnis keluarga, tidak ada waralaba serta standarisasi pelayanan dan rasa.

"Jadi saya melihat kesempatan dan kebutuhan pengembangan jaringan waralaba kebab. Sementara, Belanda, Inggris, Jerman dan Belgia dipilih karena empat negara Eropa ini memiliki daya beli masyarakat yang kuat," ujarnya. (rep05)