Sosialita

Ini Jurus Tahan Lapar Saat Bulan Puasa

Ketika berbuka puasa, perut kosong akan memicu keinginan untuk makan secara berlebihan. Begitu juga yang terjadi pada orang yang melakukan diet. Perasaan perut kosong akan membuat mereka semakin ingin makan  lebih banyak dari biasanya.
 
"Perut kosong adalah perasaan yang menyedihkan dan tak tertahankan bagi banyak orang, sehingga hal itu membuat mereka ingin memanjakan diri secara berlebihan," kata Dr Heba El-Atawy, konsultan gizi dan ahli kesehatan masyarakat Uni Emirat Arab.
 
Menurut Atawy, mengkonsumsi makanan berserat dan mengandung lemak tak jenuh dapat membuat seseorang tak terlalu merasakan perut kosong dan merasa kenyang lebih lama. Contoh makanan berserat seperti apel, brokoli, sayuran dan salad.
 
Sementara itu, berdasarkan penelitian, lemak tak jenuh mampu mengirimkan sinyal ke otak dan memberitahu bahwa perut sudah penuh. Sumber lemak tak jenuh yang baik adalah kacang-kacangan dan biji-bijian, alpukat, minyak sayur, dan ikan berminyak, seperti tuna dan salmon.
 
Selain itu, banyak jenis diet yang menyarankan untuk meningkatkan konsumsi protein dan mengurangi karbohidrat. Strategi ini berhasil untuk mengurangi rasa lapar. Atawy  menyarankan pada saat sahur dan berbuka untuk mengonsumsi 30 persen protein, 30 persen lemak tak jenuh, dan 40 persen karbohidrat non-olahan.
 
Selain mengonsumsi protein dan lemak tak jenuh, Atawy juga menyarankan untuk mengonsumsi sup sayuran ketika bulan puasa ini. Semangkuk sup panas akan akan memberikan perasaan kenyang lebih lama dari pada jika seseorang mengkonsumsi makanan padat dalam masa yang sama.
 
Ia juga menyarankan untuk mengonsumsi air lebih banyak dari biasanya ketika jam-jam tidak berpuasa. Menurutnya, air tidak hanya mampu melawan efek diuretik dari teh atau kopi dikonsumsi setelah buka puasa, tapi juga mampu meningkatkan efek kenyang. (rep05)