Nasional

BBM Sudah Naik, Rupiah Terus Jeblok


JAKARTA - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) seharusnya memberikan dampak positif terhadap nilai tukar rupiah.
Kepala Kebijakan Moneter Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan, dengan kenaikan harga BBM seharusnya rupiah justru menguat karena sudah tidak ada lagi ketidakpastian soal BBM.

"BBM naik itu harusnya sudah tidak lagi rupiah melemah karena sudah tidak ada ketidakpastian, kan selama ini yang menyebabkan rupiah melemah salah satunya ketidakpastian BBM," kata Dody dilansir detikfinance di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (12/7).

Dia menjelaskan, Gubernur BI Agus Marto sebelumnya mengatakan di kawasan regional memang tengah mengalami peningkatan. "Kemudian ada isu di pasar keuangan global yang juga menjadi tekanan dari sisi eksternal, tekanan defisit, sehingga nilai tukar rupiah juga lemah," ujarnya.

Namun, di dalam negeri sendiri pertumbuhan ekonomi semakin kuat walaupun dari sisi inflasi mengalami kenaikan. "Ini membuat garis perekonomian Indonesia mengalami modernisasi. Misalnya dari kenaikkan harga BBM juga menaikkan inflasi, di beberapa daerah juga kenaikan inflasi melebihi prediksi di atas 7,2-7,8%," ujarnya.

Terkait hal itu, dia menjelaskan, kebijakan BI menaikkan suku bunga acuannya dilakukan untuk mengantisipasi risiko inflasi dan nilai tukar rupiah sehingga cukup atraktif untuk menarik investor asing.

"Bagaimana kita bisa menstabilkan nilai tukar rupiah dan cadangan devsia artinya lebih baik ekonomi Indonesia tumbuh di bawah 6% tapi inflasi terjaga dan current account lebih baik," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri pernah mengungkapkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan mengalami penguatan apabila ada kepastian terkait kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. (rep05)