Nasional

Bulog Jual Daging Rp75.000 Per Kg

JAKARTA - Perum Bulog mendapat jatah kuota impor daging tambahan 2013 sebanyak 3.000 ton. Jatah ini dalam rangka operasi pasar (OP) untuk stabilisasi harga daging sapi. Bulog mengaku tak ambil untung menjual daging tersebut.

Dirut Perum Bulog, Sutarto Alimoeso mengatakan pihaknya sudah dapat penugasan impor daging dari pemerintah minimum 3.000 ton. Bulog akan menjual daging ke tingkat ritel melalui OP sebesar Rp 50.000-Rp 75.000 per Kg.

"Bulog kan tidak ambil untung, tapi juga tidak boleh mamatikan para peternak, harga daging nanti sesuai kesepakatan, kesepakatannya harga sampai di ritel Rp75.000 per Kg, tapi ada juga Rp50.000 per Kg. Itu tergantung jenis dagingnya, jenis daging kan beda-beda, antara paha depan dan paha belakang beda harganya," kata Sutarto dilansir detikfinance di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (20/6).

Dikatakan Sutarto, pendanaan impor daging bisa berasal dari pinjaman dari perbankan atau bisa dari dana internal Bulog. "Pendanaan ada dari perbankan sudah siap dan kita sudah jajaki. Bahkan kalau cash (tunai) pun cashflow Bulog masih cukup," ucapnya.

Menurut Sutarto, daging yang diimpor oleh Bulog paling akan datang paling cepat dalam waktu tiga minggu setelah kontrak.
"Paling cepat 3 minggu, kalau Surat Izin Impor sudah dikantongi saya langsung teken kontrak (impor), izinnya paling satu-dua hari ini sudah keluar dari Kementerian Perdagangan," ungkapnya.

Ini juga diakui Menteri Pertanian Suswono, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (20/6). Menurutnya, Bulog sudah ditugaskan Pemerintah untuk OP dan telah menetapkan harga daging di Pasar Becek (tradisional) hanya Rp76.000 per Kg. Artinya harga sapi diharapkan bisa berangsur turun dari saat ini Rp90.000- Rp95.000 per Kg,

"Diharapkan bisa di bawah Rp 80 ribu, terutama di Jakarta. Harga sekarang masih di Rp 90 ribu, meski ada beberapa daerah yang Rp 75.000, Rp 80.000, makanya kita berharap dengan operasi pasar Bulog ini bisa mengamankan puasa dan hari raya," katanya.

Suswono menyatakan pihak Bulog seharusnya melakukan operasi pasar bukan di pasar tradisional, melainkan tempat lain di luar pasar.

"Daging yang diimpor konsumsi di pasar, ini untuk operasi pasar. Kita harapkan tidak operasi di pasar tradisonal tapi di tempat tertentu, kelurahan, di Jakarta terutama," jelasnya.

Bulog telah disetujui impor daging sebesar 3.000 ton daging hingga akhir tahun. Jumlah ini untuk operasi pasar guna menjaga stabilitas harga.

"Bulog sudah bisa melakukan (impor), sudah dipayungi permen (peraturan menteri), dan kepmen-nya sudah keluar. Untuk persiapan Ramadhan dan Hari Raya, Bulog sudah mencukupi untuk kebutuhan Ramadhan dan Hari Raya, 100.000 lebih, Bulog diberikan 3.000 ton," sebutnya. (rep05)