Kasus Pencabulan 6 Siswa TPA

Tersangka : Saya Hanya Pegang Kemaluannya Saja

PEKANBARU - Ditanya, apa yang ia lakukan pada anak didiknya, NS (60), pemilik sekaligus pengajar di Yayayan Pendidikan Agama, QA di kawasan Rumbai, sempat menatap Kapolresta yang duduk persisi di hadapannya. Ns mengelak.
 
Menurutnya ada laporan seperti tuduhan yang ditambah-tambah. Salah satunya kata Ns perihal oral seks. "Soal itu (oral seks), saya tidak melakukannya. Demi Allah, " ujarnya.
 
Diterangkannya, hanya ada satu anak yang ia bawa ke sumur yang berada di area bangunan TPA. Itupun menurutnya hanya sekedar untuk melepas hasrat onani saja. "Saya pegang kemaluannya. Tangan satu lagi memegang kemaluan saya, hanya itu saja," ujarnya.
 
Sedangkan anak-anak lainnya, menurut Ns hanya digerayangi saja. Itu dilakukan saat ia berkumpul saat belajar. "Anak-anak dekat dengan saya. Mereka kadang bergantungan pada tangan dan kaki saya. Saat itulah tangan saya arahkan ke bagian sensisitf anak-anak," tambah Ns.
 
Ns kembali terdiam. Wajahnya begitu sayu seperti menyimpan beban yang begitu besar. sesaat setelah Kapolresta menyelesaikan pertanyaan, Ns langsung menyalami Kapolresta. Kemudian ia berdiri dan meminta penutup wajah sebelumdigiring ke ruang tahanan Mapolresta Pekanbaru.
 
Oknum guru Taman Pendidikan Alquran di kawasan Rumbai ini dilaporkan telah melakukan pencabulan terhadap muridnya. Setidaknya ada enam orang anak yang rata-rata berusia 7 tahun melaporkan gurunya tersebut ke Mapolresta Pekanbaru, Rabu (18/2/2015), pukul 21.00 WIB. (rep05/tpc)