Razia, Operasi Muak Gepeng Terus Dilakukan

Jumat, 30 Mei 2014

PEKANBARU - Kepala Badan Satpol PP Pekanbaru Azharisman Rozie mengatakan pihaknya akan terus melaksanakan ‘’Operasi Muak’’ untuk memberantas para gelandang dan pengemis (gepeng). Diharapkan dengan operasi ini, para gepeng menjadi jera dan muak atau benci sehingga tidak beroperasi lagi.
 
‘’Kita tahu, mereka ini kan ada dalangnya, sehingga jika terus kami razia, baik pengemis maupun dalang akan muak karena pendapatan mereka berkurang dan akhirnya merugi. Untuk itu makanya kami akan tersus melakukan razia rutin setiap hari untuk memberantas keberadaan gepeng dio Kota Pekanbaru,’’ ujarnya kepada Riau Pos, kemarin.
 
Sementara itu, meski kerap dirazia, keberadaan gepeng tetap masih terlihat. Mereka bahkan ‘’kucing-kucingan’’ dengan petugas Satpol PP yang sedang melakukan razia. Seperti dituturkan Andi (37), pedagang di Pasar Pagi Arengka, Kamis (29/5) siang. Menurutnya, jumlah pengemis yang beroperasi di simpang Pasar Pagi Arengka memang terlihat berkurang. Bahkan tidak terlihat saat Satpol PP melintas.
 
‘’Namun begitu Satpol PP telah jauh satu atau dua pengemis langsung muncul dan meminta-minta kepada pengendara. Kondisi ini hampir setiap hari terjadi, bahkan juga di dalam pasar. Untuk itu kami berharap tindakan tegas dari pemko, apalagi mendekati bulan puasa,’’ ujarnya.
 
Keluhan senada juga disampaikan Uril (34). Menurut pengemudi Avanza, warga Kecamatan Tampan ini, ia terpaksa harus menyediakan uang receh untuk diberikan kepada gepeng. Sebab kalau tidak diberi ia mengaku khawatir mobilnya digores oleh gepeng.
 
‘’Sebulan lalu saya masih tidak mau memberi mereka uang karena saya lebih suka berinfak ke mesjid atau panti asuhan. Namun ternyata mereka langsung menggores body mobil saya, sehingga agar tidak terulang saya terpaksa menyiapkan receh untuk mereka,’’ keluhnya. (rep05/rpc)