Kabur, Tiga Tahanan Polsek Bukit Raya Masih Berkeliaran

Sabtu, 30 November 2013

ilustrasi/net

PEKANBARU - Tiga tahanan yang kabur dari sel Markas Polsek Bukit Raya, Kamis (28/11/2013) sekitar pukul 03.30 WIB, belum berhasil ditangkap. Untuk mengejar para pelaku, polisi membentuk tim khusus. Ketiga tahanan itu yakni Dian Permana alias Dian Bin Syafei, warga Desa Batu Gajah Dusun Empat Kecamatan Pinggir yang terlibat kasus pencurian dengan kekerasan, Juneri Amrullah alias Amrul, warga Sambas Kalimantan Barat yang tinggal di Jalan Ketapang Gang Amanah, Marpoyan Damai dengan kasus pencurian dengan kekerasan dan Nofri Aldi alias Aldi, warga Jalan Kubang Raya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.
 
"Tim sudah kita bentuk untuk melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku. Sejauh ini, dari empat tahanan kabur baru satu yang berhasil ditangkap," ujar Wakapolresta Pekanbaru,  KBP Sugeng Putut Wicaksono, Jumat (29/11/2013).
 
Dikatakan Sugeng, pihaknya masih menyelidiki bagaimana para pelaku mendapat gergaji yang digunakan untuk memotong sel tahanan. Saat ini, petugas di setiap Polsek di Pekanbaru diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap para pembesuk tahanan. Sugeng meyakini,  masuknya gergaji besi ke ruangan tahanan dibawa oleh pembesuk. Meski begitu, dia menyayangkan petugas yang saat itu tidak mencek barang bawaan pengunjung yang membesuk tahanan.
 
"Jika terbukti, pengunjung atau pembesuk yang memberikan gergaji itu kepada para tahanan, maka pelaku dapat dikenakan sanksi pidana karena ikut membantu kabur.  Darimana masuknya gergaji, masih kita selidiki," tutur Sugeng.
 
Selain itu, Sugeng juga menginstruksikan pada seluruh Polsek untuk melakukan razia barang bawaan pengunjung. "Ini untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi," tambah Sugeng. Sugeng juga meminta kerjasama masyarakat membantu menangkap para pelaku yang kabur. Foto wajah pelaku sudah disebarkan ke masyarakat agar mudah dikenali dan dilaporkan ke kepolisian. "Untuk mempersempit ruang gerak, kita sudah berkoordinasi dengan Polsek Kampar dan Polres Bengkalis agar pelaku bisa ditangkap," pungkas Sugeng. (rep1)