Udara Kota Pekanbaru Kembali Berbahaya

Senin, 05 Oktober 2015

Pekanbaru-Kondisi kualitas udara kota Pekanbaru, Ahad(4/10/2015) kembali pada level berbahaya. Meski dua hari sebelum berada pada level tidak sehat akibat guyuran hujan.
 
Kepala Labaoraturium Udara Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pekanbaru, Syahrial mengatakan berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan pihaknya hari ini pada pukul 15.00 WIB,  Indeks Pencemaran Standar Udara (ISPU) di wilayah Pekanbaru berada pada level berbahaya dengan tingkat Pencermaran (PM10) berada pada angka 832 Polutan Standar Indeks (Psi).
 
"Kualitas udara kembali berbahaya dengan semakin pekatnya kabut asap. Kamerin saat diguyur hujan kabut asap mulai menipis, namun kini menebal lagi,"sebutnya kepada Riaupos.co.
 
Untuk kandungan udara saat ini, kata Syahrial,  kandungan Sulfur Dioksida (SO) barada pada posisi kosentrasi 15 Psi, Karbondioksida (CO2) berada pada posisi konsentrasi 45 Psi, Nitrogen dioksida (NO2) berada pada posisi konsentrasi 85 Psi dan kanduangan O3 berada pada posisi konsentrasi 89.
 
Sementara itu, memburuknya udara di Kota Pekanbaru disebabkan kembali terpantaunya enam titik hotspot oleh satelit Terra-Aqua di Provinsi Riau yang tersebar di dua kabupaten yakni di Indragiri Hilir empat titik dan Indragiri Hulu dua titik.
 
Sedangkan di pulau Sumatra secara keseluruhan terdeteksi 1199 titik hotspot. Dimana Provinsi Sumatra Selatan masih menjadi wilayah yang paling banyak penyumbang titik hotspot yakni 1045 titik, disusul Lampung 35 titik, Jambi 96 titik, Babel 15 titik, Kepri dan Sumut masing masing satu titik. (rep05)