Hukum

DPRPT-Granat Siap Berantas Narkoba

PEKANBARU - Angka tindakan penyalahgunaan Narkotika dan obat-obat berbahaya (Narkoba) sangat tinggi. Diharapkan peran aktif organisasi-organisasi untuk membantu mengsosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba ke khlayak ramai.

Hal ini ditegaskan Ketua DPD Gerakan Anti Narkoba (Granat) Provinsi Riau Freddy Simanjuntak, dalam sambutannya pada acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Rayon Perguruan Tinggi (DPRPT) Granat, Pekanbaru di Pustaka Wilayah, Sabtu (1/6).

"Pelu kita ketahui tidak ada satu RT pun di Provinsi Riau ini yang bebas dari narkoba. Untuk itu dapat dipastikan salah satu dari warga RT tersebut pasti ada sebagai pemakai atau pengedar barang haram itu," sebutnya.

Pelantikan ini dihadiri langsung Ketua DPD Granat Riau Freddy Simanjuntak, Satria Utama Batubara mewakili PWI Riau, Alpian Allimuddin dari BNN, juga seorang Sosiolog dari UR Mitha Rosalita, serta pengurus DPC Granat Pekanbaru.

Freddy juga mengharapkan seluruh pengurus juga anggota DPRPT yang telah dilantik agar melaksanakan segala program kerja dangan baik. "Mari kita bersama-sama sebagai Garda terdepan memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, karena Narkoba lebih ganas dari Korupsi," jelasnya.

Sementara Satria Utama mewakili PWI Riau, dalam paparannya menyampaikan agar organisasi ini memiliki hubungan baik dengan media. "Media merupakan alat transformasi peristiwa yang ada di lingkungan kita. Untuk itu mari manfaatkan seluruh media yang ada di Pekanbaru ini menjadi mitra," terangnya seperti dilansir metroriau.

Sementara Alpian Allimuddin juga menyatakan bahwa BNN akan bersedia membantu segala kegiatan-kegiatan DPRPT dalam memerangi guna meminimalisir tindakan penyalahgunaan narkoba tersebut. "Kita siap bergandeng tangan dengan DPRPT dalam hal memerangi tindakan penyalahgunaan barang haram itu," ucapnya.

Namun Sosiolog UR, Mitha Rosalita lebih menekankan peranan keluarga. Ia menyatakan pendidikan dalam keluarga adalah poin penting. Baik buruk perilaku anak dalam pergaulan di luar lingkangan keluarga, berawal dari keluarga.

"Bagaimana kita mendidik di dalam keluarga. Namun setidaknya hal ini bisa meminimalisir kemungkinan agar anak tidak melakukan hal-hal yang dilarang," tegasnya. (rep05)