Nasional

Jenderal Ini Ditunjuk Jokowi sebagai Calon Panglima TNI

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI menggantikan Jenderal Moeldoko yang 
 
akan habis masa jabatannya pada Agustus nanti.
 
Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Menurutnya, surat rekomendasi nama calon Panglima TNI dari Jokowi telah sampai ke pimpinan DPR.
 
"Sudah sampai suratnya, nama saya lihat sepintas cuma satu nama Pak Gatot Nurmantyo dari Angkatan Darat," ujar Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2015) malam.
 
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menambahkan, uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test terhadap Gatot akan bisa dilakukan pada pekan ini.
 
"Surat tersebut masuk dan kita akan bawa ke Rapim (rapat pimpinan), nanti akan bawa ke Bamus (Badan Musyawarah) dari Bamus akan menyikapi surat itu. Berikutnya kita serahkan ke 
 
Komisi I DPR barulah akan ada fit and proper test," tukasnya.
 
Ratas Terbatas Bahas Persiapan Lebaran
 
Mengacu pada Pasal 13 Ayat (2) Undang-Undang TNI, panglima diangkat dan diberhentikan presiden setelah mendapat persetujuan DPR. Lalu dalam Pasal 13 Ayat (6), calon panglima 
 
disampaikan paling lambat 20 hari sejak diterima oleh DPR.
 
Masa pensiun Moeldoko memang masih cukup lama. Namun, mengingat DPR akan kembali memasuki reses pada 10 Juli hingga awal Agustus. Jadi, Presiden harus mempertimbangkan 
 
pengganti Moeldoko sebagai calon Panglima TNI mulai sekarang dan menyerahkan ke DPR selambat-lambatnya pada 19 Juni. (rep05)