Riau Raya

Ketua DPRD Riau Menduga Ada Skenario di balik Pelaporan Kasus Asusila

Ketua sementara DPRD Riau, Suparman menduga ada skenario dibalik pelaporan kasus dugaan asusila Gubernur Annas Maamun. Dari penelusurannya, dia menyebut korban yang berinisial WW merupakan staf ahli mantan Gubernur Riau terdahulu Rusli Zainal. Dari Rusli, WW mendapat dana miliaran rupiah ketika menjabat namun saat ini tidak lagi.
 
"Mari kita tengok ke Kantor Gubernur berapa miliar bantuan keuangan saat ibu ini menjadi staf ahli Rusli Zainal, tapi sekarang tidak bisa lagi. Mereka membuat skenario seperti ini," katanya saat menerima demonstrasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIPMI) Universitas Riau di Pekanbaru, Selasa (9/9), seperti dilansir Antara.
 
Menurutnya, sejak isu ini beredar DPRD telah menelusuri gubernur dan pelapor. Hasilnya, ternyata WW adalah guru bahasa Inggris Rusli Zainal dan dia mempunyai yayasan yang menerima bantuan keuangan setiap tahun di era gubernur sebelum Annas Maamun itu. Atas temuan itu, dia menuding laporan tersebut kepentingan politik golongan maupun pribadi.
 
"Ini biasa terjadi pada seorang politikus, terpegang sedikit saja lapor. Jadi diminta untuk jangan cepat menghakimi," imbaunya.
 
HIPMI sebelumnya melakukan aksi demonstrasi di DPRD Riau menuntut gubernur melakukan klarifikasi terkait kasus ini dan DPRD Riau mengajukan hak angket, pembentukan pansus, dan usulan pemakzulan karena telah meresahkan masyarakat.
 
"Kami minta agar DPRD bertindak tegas karena isu ini telah nasional bahkan beritanya sudah sampai ke luar negeri. Meskipun belum terbukti, namun telah melanggar etika. Oleh karena itu kami minta DPRD ajukan hak angket dan bentuk pansus," ujar Bupati HIPMI, Muhammad Afzalurrahman.
 
Terkait adanya kekhawatiran DPRD akan dimanfaatkannya isu ini oleh kelompok tertentu, ia menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukannya tidak ada kepentingan tertentu.
 
"Kami hanya melakukan peran sebagai agen kontrol," ujarnya.(rep01/antara/mc)