Politik

JK Lebih Menyerang, Hatta Akan Bertahan

JAKARTA - Pertarungan gagasan antara Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla (JK) akan tersaji dalam debat cawapres bertema pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan IPTEK.
 
Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dinilai lebih menguasai persoalan ekonomi di Indonesia saat ini.
 
"Dia akan berfikir bagaimana seorang menteri atau pejabat pemerintahan dalam merespon situasi ekonomi. Tentu terkait undang-undang dan regulasi," kata pengamat politik Universitas Indonesia, Agung Suprio kepada Okezone, Minggu (29/6/2014).
 
Agung menambahkan, pasangan Prabowo Subianto ini memiliki keunggulan dan kelemahan. Menurut Agung, JK akan menyerang Hatta terkait perkembangan ekonomi sejak 2009 hingga sekarang.
 
"Dia (Hatta) dianggap paling bertanggung jawab terhadap situasi ekonomi di Indonesia," sambungnya. 
 
Sedangkan keunggulan Hatta, dia mengatakan, bisa mempromosikan keberhasilan perekonomian pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 
 
"Walau masih dalam proses, seperti Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan sebagainya," tegas Agung.
 
Sementara JK, lebih banyak bergelut sebagai pengusaha, meski pernah menjadi menteri dan Wakil Presiden. 
 
"Ini akan mempengaruhi pola pikir JK sebagai pengusaha, terutama dia tidak akan berfikir soal terobosan, hanya berfikir ringkas, cepat dan malah menabrak peraturan untuk mendatangkan investasi," urai Agung.
 
Sama seperti Hatta, JK juga punya kelebihan dan kelemahan. Pendamping Joko Widodo (Jokowi) ini punya tanggung jawab saat pemerintahan SBY periode 2004-2009. 
 
"Saat jadi Wapres, dia juga bisa dikritik soal kasus Bank Century dan lainnya. Meski dia tampil menjelaskan kasus terebut, tapi dia juga merupakan bagian dari munculnya masalah Century," paparnya. 
 
Agung memperkirakan, JK pun akan mempromosikan keberhasilannya membangun ekonomi pada periode 2004-2009. 
 
Dari sisi karakter, dia melihat Hatta akan cenderung lebih bertahan menghadapi kritik yang mungkin akan dilontarkan JK. Sebab, JK memiliki karakter menyerang.
 
"Kalau dilihat karakter dari debat pertama, Hatta memiliki karakter defensive dan bukan offensive, seperti JK. Tapi bukan berarti Hatta tidak bisa offensive, kalau ada data yang dia tahu," pungkas Agung.(rep01/ozc)