Satelit Pantau 250 Hotspot

Riau Kembali Terancam Kabut Asap, Waspadalah!

Pekanbaru - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan satelit Terra dan Aqua memantau 250 titik panas (hotspot) di Riau. Jumlah tersebut terus meningkat dibanding hari sebelumnya yang mencapai 80 titik panas.
 
"Cuaca diperkirakan akan semakin kering. Hal ini akan dapat memicu meningkatnya titik panas," kata Sutopo seperti dilansir Tempo, Sabtu, 21 Juni 2014.
 
Penyebaran titik panas hampir ditemukan di seluruh kabupaten di Riau. Titik panas terbanyak terdapat di Rokan Hilir yang mencapai 159 hotspot, disusul Bengkalis (39 hotspot), Dumai (16 hotspot), Rokan Hulu (11 hotspot), Pelalawan (9 hotspot), Kampar (8 hotspot), Indragiri Hilir (5 hotspot), Kuantan Singingi (4 hotspot), dan Siak (1 hotspot). (Baca: Kabut Asap, Penerbangan Riau Tutup Tiga Hari)
 
Kondisi tersebut berpotensi memicu kabut asap, terlebih wilayah Riau telah memasuki musim kemarau hingga dua bulan mendatang. Jarak pandang di beberapa wilayah berangsur turun, seperti di Rengat dengan jarak pandang 3 kilometer, Pelalawan (6 kilometer), Dumai (6 kilometer), dan Pekanbaru (8 kilometer). 
 
"Ancaman kabut asap semakin nyata di Riau," katanya. 
 
Analis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru, Sanya Gautami, menuturkan cuaca di Riau diperkirakan cerah berawan dengan temperatur suhu 35 derajat Celsius. "Potensi hujan ringan, namun bersifat lokal."
 
Sutopo mengatakan, sejak 4 April 2014, penanggung jawab pengendalian kebakaran lahan hutan sudah diserahkan kepada Gubernur Riau Annas Maamun. Namun BNPB tetap mendampingi Pemprov Riau dengan melakukan operasi modifikasi cuaca dan menempatkan tiga helikopter water bombing hingga hari ini. 
 
"Kepala BNPB Syamsul Maarif telah memerintahkan Deputi Penanganan Darurat BNPB mengambil upaya memperkuat BPBD Riau dan provinsi lain," tuturnya. (rep05)