Riau Raya

Aset Terbengkalai, Annas Minta Dibenahi

PEKANBARU - Secara mendadak Gubernur Riau, H Annas Maamun kembali melakukan tinjauan ke beberapa lokasi di ibukota Provinsi Riau, Sabtu (24/9/2014). Ini dilakukan dalam rangka menata dan menginventarisir aset. Pada kesempatan itu, Ia meminta seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung Pemerintah Provinsi Riau dalam berbenah
 
Kunjungan yang dimulai sekitar pukul 10:00 WIB tersebut diawali dengan melihat kondisi Pelabuhan Sungai Duku, di Jalan Tanjung Datuk, Pekanbaru. Menurut Gubri pelabuhan utama bagi jalur transportasi laut dan sungai untuk wilayah Pekanbaru tersebut harus dibenahi.
 
Turut hadir dalam peninjauan tersebut, Gubri didampingi Sekdaprov Riau, Zaini Ismail, Kepala Dinas PU Riau, Muhammad ST MT, Kepala Biro Humas Setdaprov Riau, Yoserizal Zein, Kepala Biro Umum Setdaprov Riau, Ayub Khan. Rombongan juga melihat lahan Pemprov di Jalan Tanjung Datuk atau tepatnya di sebelah sekolah Juwita.
 
“Kalau memang ini aset Pemprov, harus diketahui luas areal dan ukuran serta kepemilikan sebenarnya. Sehingga bisa dimanfaatkan. Salah satunya misalnya membangun Syahbandar,” kata Gubri saat melihat areal yang masih semak belukar tersebut didampingi pejabat dan pihak Syahbandar.
 
Memang melihat potensi pelabuhan Sei Duku yang dinilainya perlu dilakukan pembenahan. Sehingga hubungan keterkaitan antara Syahbandar dengan keberadaan pelabuhan dapat benar-benar berjalan. Dan pelayanan transportasi laut dan sungai dapat berjalan baik. 
 
Setelah mengunjungi dua lokasi tersebut, Gubri bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jembatan Siak III yang masih ditutup. Melihat kondisi yang masih ditutup dan pagar digembok, Gubri membatalkan kunjungan lalu beranjak melanjutkan perjalanan ke daerah pusat kota.
 
Tepatnya, rombongan meninjau Rusunawa di belakang DPRD Riau, Jalan Sudirman Pekanbaru. Bangunan berlantai empat dengan dua gedung utama tersebut terdiri dari deretan kamar yang dilengkapi fasilitas pendingin ruangan, tempat tidur lemari dan kursi yang bagus. 
 
Namun,karena tidak pernah lagi dipakai sejak PON XVIII tahun 2012 lalu, maka kondisi Rusunawa tersebut terkesan terbengkalai. Bahkan banyak fasilitasyang sudah rusak. Karenanya Gubri meminta Dinas PU Riau dapat memanfaatkan keberadaan bangunan berkamar sekitar 180 ruangan tersebut. “Kalau bisa dimanfaatkan, lebih baik digunakan. Coba dikaji untuk penggunaannya,” instruksi Gubri.
 
Secara keseluruhan, dari kunjungan kemarin Gubri menginginkan agar ada pembenahan dan perbaikan sehingga aset Pemprov Riau tidak terlantar. Demikian pula bagi aset-aset yang perlu dibenahi diharapkannya bisa dimanfaatkan dengan perbaikan.(Rep05/rpc)