Riau Raya

Karhutla Belasan Hentar Muncul Lagi di Bengkalis

Ilustrasi

BENGKALIS - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) penyebab bencana kabut asap muncul lagi di Desa Sepahat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Karhutla sudah menghanguskan sedikitnya 15 hektar lahan, termasuk perkebunan kelapa sawit program pemberantasan Kemiskinan dan Kebodohan Serta Peningkatan Infrastruktur (K2I) yang dibangun semasa Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Akibat Karhutla tersebut, kabut asap cukup tebal sempat menutupi jalan lintas Pakning-Dumai terutama di sekitar Desa Sepahat pada Senin (12/5) pagi. "Senin pagi kebetulan kita akan ke Pakning. Saat melintas di Desa Sepahat, ternyata jalan tertutup kabut asap cukup tebal," ujar Dawam, warga Kota Dumai, dilansir halloriau.com.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Bengkalis, Suiswantoro kepada Metro Riau, mengatakan, Karhutla di Desa Sepahat terjadi sejak Minggu (11/5).

Karhutla melanda dua lokasi, pertama di Sungai Merembung, luas lahan yang terbakar sekitar 5 hektar. Kedua di lahan K2I, luas lahan yang terbakar mencapai 10 hektar. "Saat ini pemadaman terus dilakukan," ujar Suis.

Pemadaman, lanjutnya, dilakukan oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sepahat serta Tim Damkar dari Bengkalis. Untuk lokasi di Sungai Merembung, kebakaran hampir bisa diatasi. Sementara di titik lahan K2I, lokasinya sangat jauh dan sulit dijangkau tim pemadam.

"Di lokasi K2I, titik kebakarannya sangat jauh sulit dijangkau oleh regu pemadam. Tapi informasi dari kawan-kawan di lapangan, sekarang mulai gerimis, mudah-mudahan segera turun hujan," jelas Suis.

Lahan yang terbakar ini, menurut Suis, adalah lahan terbiar atau semak belukar. Namun ia belum bisa memastikan apakah ada kesengajaan sehingga terjadi Karhutla. "Kita sudah berulang kali  menyampaikan jangan melakukan pembakaran baik saat membuka atau membersihkan lahan. Kalau main bakar lalu tidak dijaga, ya begini akibatnya," katanya.

Sementara itu, pantauan Satelit Terra dan Aqua pada Senin pukul 05.00 WIB mendeteksi tiga titik panas di Riau, semuanya berada di kawasan Sepahat. Sementara pantauan Senin sore pukul 16.00 WIB, titik panas meningkat menjadi empat, tiga di antaranya di Bengkalis dan satu lagi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, peluang hujan di Riau berada pada intensitas ringan hingga sedang, yang akan terjadi pada sore atau malam hari di sebagian wilayah bagian utara, tengah, barat dan timur.

Kepala Bidang Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan, upaya pemerintah daerah dalam pemadaman Karhutla belum maksimal dan terkesan masih setengah-setengah. "Pemerintah daerah belum maksimal, baik dalam pengawasan maupun pencegahan Karhutla," tuturnya.

Menurut Agus, ada indikasi Karhutla terjadi akibat kegiatan pembukaan lahan baru atau peremajaan lahan, sehingga banyak masyarakat yang melakukan pembakaran.  (cr01/hrc)