Hukum

Sri Mulyani Disebut Marah Bailout Century Membengkak

Rohilonline.com -  Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang juga Menteri Keuangan saat itu, Sri Mulyani, disebut sempat kecewa dengan penambahan dana talangan untuk Bank Century. Hal ini disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia yang saat itu menjabat Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Halim Alamsyah, ketika bersaksi untuk terdakwa bekas Deputi Gubernur BI Bidang Moneter Budi Mulya.
 
"Ketua KSSK meninjau ulang penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Seingat saya ketika itu Ketua KSSK kecewa dengan bertambahnya jumlah bailout," kata Halim saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 14 April 2014.
 
Menurut dia, Sri Mulyani mempertanyakan standar penilaian bank sentral mengenai Bank Century terkait pemberian penyertaan modal sementara (PMS) saat rapat KSSK 24 November 2008.
 
Halim mengatakan Sri Mulyani juga menginginkan agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian PMS ke Bank Century. "Apabila bank ini di-bailout muncul moral hazard karena bank ini bermasalah," ucap dia menirukan sikap Sri Mulyani.
 
Mantan peneliti Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Endang Kurnia Saputra, juga menyampaikan hal yang sama ketika ditanya jaksa Titik Utami soal kemarahan Sri Mulyani. "Apakah saat itu Sri Mulyani marah kepada BI, menyampaikan seandainya tahu info dari awal adanya adjustmen dari surat-surat berharga valas, akan mengambil keputusan lain, bukan menyelamatkan?" tanya jaksa Titik.(Rep01/tpc)