Hukum

Keluarga Penumpang Malah Bersyukur Pesawat MH370 Dibajak

Jakarta-Pengumuman resmi perkembangan pesawat Malaysia Airlines oleh Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, disambut kekhawatiran sekaligus harapan oleh beberapa kerabat penumpang di China. PM Malaysia mengumumkan pesawat dengan nomor penerbangan MH370 itu kemungkinan dibajak oleh seseorang. 
 
Namun, sebagian kerabat justru bersyukur. Sebab, itu berarti ada peluang angggota keluarga mereka masih hidup.
 
Dilansir Straits Times, Sabtu 15 Maret 2014, kerabat keluarga penumpang pesawat MAS yang berada di di Beijing, China, berkumpul untuk menyaksikan keterangan pers yang disampaikan PM Malaysia.
 
"Bagaimana ini bisa terjadi?" teriak salah satu anggota keluarga usai menyimak pernyaataan resmi PM Najib razak, siang hari ini. 
 
Sementara, kerabat keluarga yang lain cemas dengan mempertanyakan di mana tepatnya posisi pesawat saat ini. 
 
Dalam keterangannya, Razak mengungkapkan kontak terakhir pesawat diketahui pukul 08.11 waktu setempat pada Sabtu 8 Maret lalu. Data kontak ini memperbaharui data kontak terakhir pesawat sebelumnya yang menunjukkan pukul 01.20 Sabtu pekan lalu, yang berarti satu jam usai pesawat jenis Boeing 777-200 ER itu lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia. 
 
"Pesawat tak bisa terbang melampaui pukul 08.11. Lalu di mana pesawat mendarat?" tanya salah satu kerabat. Sementara anggota keluarga lain berteriak dan heran dengan perubahan data kotak pesawat terakhir itu. 
 
"Ini lebih menggelikan," ujar kerabat yang lain. 
 
Meski demikian, beberapa kerabat lain masih bersyukur, pesawat dinyatakan kemungkinan dibajak oleh seseorang. Setidaknya hal itu menumbuhkan harapan anggota keluarga yang berada di pesawat mash hidup, walaupun peluangnya 50 persen-50 persen. 
 
"Ada secuil harapan bagi kami," ujar salah satu kerabat. 
 
Kerabat keluarga penumpang Malaysia Airlines MH370 dikumpulkan di Hotel MetroPark Lido, Beijing, untuk menyaksikan keterangan resmi dari PM Malaysia terkait perkembangan terbaru pencarian pesawat itu. 
 
Sementara Direktur Komersial Malaysia Airlines, Hugh Dunleavy, menjelaskan maskapai tidak akan menjelaskan lebih banyak terkait pencarian pesawat, sebab hal itu sudah menjadi kewenangan penyelidik. (rep05)