Riau Raya

Pencairan APBD Riau Baru 49 Persen

PEKANBARU - Realisasi pencairan keuangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2013 masih rendah yakni 49 persen. Hal ini berdasarkan evalusi Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).
 
Pemprov berkilah rendahnya realisasi keuangan ini disebabkan Satuan Kerja Penerintah Daerah (SKPD) Riau karena harus melalui mekanisme yang tidak serta merta bisa mengambil dana di keuangan dalam bentuk Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
 
Hal itu dikatakan Kepala Biro Pembangunan Setdaprop Riau Burhanuddin, usai rapat evaluasi APBD Riau, Selasa (03/12/2013). Dikatakannya lagi, pencairan dana melalui SP2D tidak dapat langsung dijadikan landasan sebagai Surat Pertangung Jawaban (SPJ) penggunaan anggaran. "Untuk mempersiapkan SPJ tentu ada proses yang dipersiapkan," paparnya
 
Burhanuddin menjelaskan, proses pencairan dana ini ada kendala dari sisi pelaporan SPJ. Tetapi kegiatan SKPD Riau tetap jalan. "Berdasarkan rapat evaluasi yang diikuti oleh 11 Satker yang penyerapan anggaran keuangan memang masih rendah, tetapi kegiatan fisik sudah besar di lapangan. Kita sudah memberi kesempatan kepada setiap Satker yang rendah realisasi keuangannya untuk membantu masalah dokumennya," tuturnya. 
 
Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia (BI), kata Burhanudin, tanggal 28 Desember semua realisasi APBD Riau sudah closing (tutup). "Untuk setiap Satker wajib melaporkan pada tanggal 16 Desember sudah harus selesai," tegas Burhanuddin.
 
Meski begitu, dia masih optimis realisasi  APBD Riau sekitar 90 persen dapat tercapai pada akhir Desember 2013. Seperti Sekwan kegiatannya sudah besar. Namun, dana tidak dapat dicairkan lebih cepat. Kita masih ada ruang untuk mengajukan GU (ganti uang). Biro Keuangan sudah membuka pintu untuk setiap Satker," kata  Burhanuddin.
 
Disebutkan Burhanuddin, berdasarkan laporan SPJ yang masuk sistim sudah 70 persen dan keuangan 50 persen di SP2D. "Dari sisi UKP4 yang mengambil patokan bahwa realiasi APBD Riau masih 49 persen pada bulan Oktober. Sekarang ini laporan keuangan sudah 59 persen berdasarkan SP2D. Berarti tinggal pencairan saja," tegas Burhanuddin.(rep1)