Politik

Kader Golkar tak Dukung AMAN Harus Siap Terima Sanksi

JAKARTA- Ketua DPD II Partai Golkar Pekanbaru Erizal Muluk menegaskan pihaknya telah menginstruksikan seluruh kader Partai Golkar Pekanbaru untuk tetap mendukung dan menjatuhkan pilihannya terhadap pasangan yang diusung oleh Partai Golkar pada Pilgubri putaran kedua, 30 Oktober nanti.

Hal ini sesuai dengan instruksi Petunjuk Organisasi (PO) DPP Partai Golkar point keempat yang menyebutkan seluruh kader wajib mendukung kebijakan DPP partai berlambang pohon beringin.

“Kalau ada pengurus yang melanggar PO tersebut artinya hadir secara fisik di pasangan cagub/cawagub yang tidak didukung partai Golkar, tunggu saja sanksinya," kata Erizal dilansir riauterkini.com.

Erizal menyebutkan, sebagai kader apa lagi pengurus dan caleg dari partai Golkar, partai wajib memenuhi point empat untuk ikut memenangkan Pilgubri dengan mendukung pasangan nomor urut dua. Demikian pula caleg harus ikut mendukung pasangan yang diusung partai. “Kalau bukan kader dan pengurus siapa lagi yang mendukung, kalau caleg yang melanggar, maka akan menjadi catatan bagi pengurus DPD II Golkar Pekanbaru," katanya.

Menyinggung peluang, Erizal menyatakan optimistis di putaran kedua Pilgubri, pasangan nomor urut dua Anas Maamun-Arsyadjuliandi Rachman dengan tagline AMAN mampu melampaui raihan suara yang diperoleh di putaran pertama. Meski diakuinya, masih banyak pendukung Herman Abdullah di kota Pekanbaru, tapi dia yakin di putaran kedua, raihan suara bakal meningkat tajam untuk mendukung AMAN.

Diakui Erizal, sebagai mantan Wali kota Pekanbaru dua periode, Herman Abdullah masih memiliki banyak pengikut atau pendukung di kota Pekanbaru. Tapi mantan wakil Wali kota Pekanbaru itu juga yakin sebagai lumbung Golkar di Riau, masyarakat Pekanbaru sudah sangat cerdas untu menentukan pilihan pemimpin Riau periode 2013-2018. “Masyarakat Pekanbaru sudah pintar dalam menentukan pilihannya di putaran kedua, “ katanya.(rep2)