Sosialita

Wih, Kakak Adik Ini Masuk Tiga Orang Terkaya Indonesia

Orang terkaya Indonesia

Jakarta - Cukup banyak media internasional yang melansir profil dan peringkat orang terkaya di dunia, salah satunya adalah Bloomberg yang punya Bloomberg Billionaires Index.

Dalam daftar bergengsi kali ini ada tiga orang Indonesia yang masuk. Siapa saja? Berikut ini hasil kutipan detikFinance dari Bloomberg Billionaires Index, Selasa (17/9/2013).

Michael Hartono

Michael Hartono memiliki kekayaan hingga US$ 7,2 miliar atau Rp 72 triliun. Ia berada di posisi 177 orang terkaya di dunia.

Bersama kakaknya, Budi, ia menjalankan perusahaan Djarum warisan ayahnya, Oei Wie Gwan, untuk mulai memupuk kekayaan. Merek Djarum memang sangat terkenal di dalam negeri sebagai merek rokok kretek.

Selain itu, ia juga menguasai saham salah satu bank terbesar di Indonesia, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Budi Hartono

Budi Hartono memiliki kekayaan hingga US$ 7,3 miliar atau mencapai Rp 73 triliun. Budi Hartono ditempatkan di posisi 176 orang terkaya di dunia.

Bersama adiknya, Michael, ia menjalankan perusahaan Djarum warisan ayahnya untuk mulai memupuk kekayaan. Merek Djarum memang sangat terkenal di dalam negeri sebagai merek rokok kretek.

Djarum juga telah meluncurkan jenis dan mereka rokok baru bernama Dos Hermanos, sebuah cerutu premium gabungan antara tembakau Brasil dan Indonesia sehingga bisa masuk ke pasar AS.

Sementara di lini bisnis finansial, dua bersaudara ini juga memiliki salah satu bank terbesar di Indonesia, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Bisnis mereka semakin menggurita dan menjalar ke berbagai sektor. Pada 2008 juga mereka masuk ke bisnis minyak sawit mentah setelah memborong 65.000 hektar lahan di Kalimantan Barat.

Mereka pun tak ketinggalan di bisnis pusat pertokoan, perkantoran juga perhotelan, untuk itu mereka punya Grand Indonesia yang berlokasi tepat di pusat kota Jakarta. Perusahaan terakhir yang mereka beli adalah Kaskus, website paling populer di Indonesia.

Kedua bersaudara ini dikatakan Forbes, ternyata sebagai pemilik mal terbesar di Indonesia yaitu Grand Indonesia yang berlokasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

Eka Tjipta Widjaja

Eka Tjipta Widjaja kini memegang predikat orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$ 8,4 miliar atau mencapai Rp 84 triliun. Eka Tjipta juga didaulat sebagai orang terkaya ke-139 di dunia versi Bloomberg Billionaires Index.

Eka Tjipta berhasil mengalahkan taipan dari Grup Djarum yatu Budi Hartono dan Michael Hartono, yang saat ini berada di posisi kedua dan ketiga orang terkaya di Indonesia.

Eka Tjipta atau Oei Ek Tjhong lahir di Fujian, provinsi China. Ia pindah ke Indonesia bersama ayahnya pada usia 7 tahun. Eka Tjipta berprofesi sebagai penjual biskuit kala remaja. Kemudian ia membuka bisnis penjualan kopra setelahnya.

Eka Tjipta mengembangkan usahanya ke arah minyak kelapa dan perkebunan kelapa, termasuk kelapa sawit. Pria yang memiliki anak hingga 40 orang ini akhirnya membuat Sinar Mas Group di Jakarta yang fokus mengembangkan minyak sawit, kertas hingga jasa keuangan dan properti.

Tahun 1996, Eka Tjipta mendirikan Golden-Agri Resources yang mengendalikan pabrik minyak kelapa sawit dan terdaftar di bursa efek Singapura.

Golden Agri-Resources merupakan perusahaan terbesar kedua di dunia yang menghasilkan minyak sawit. Eka Tjipta kini juga memegang 61% saham di Sinar Mas Multiartha

Selain itu, Eka Tjipta juga bergerak di bisnis properti, kertas (pulp and paper), telekomunikasi, pembangkit listrik, dan tambang.

Anak-anaknya kini memegang kursi CEO di beberapa perusahaan Sinar Mas Group. Franky Oesman Widjaja adalah CEO Golden Agri-Resources kemudian Teguh Ganda Widjaja memegang kursi bos di bisnis pulp and paper dan Muktar Widjaja yang memegang kursi bos properti. Adapun Indra Widjaja duduk di kursi Presiden Komisaris Sinar Mas Multi Artha. (rep1)

Secara keseluruhan, ini beberapa daftar perusahaan yang dimiliki keluarga Widjaja:

    Golden Agri-Resources 50%
    Sinar Mas Multiartha 50%
    Dian Swastika Sentosa 60%
    Smartfren Telecom 61%
    Pabrik Kertas Tjiwi Kimia 60%
    Indah Kiat Pulp & Paper 53%
    Sinarmas Land 66%