Politik

SBY: Saya Manusia Biasa yang Juga Bisa Galau

Jakarta-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku kerap stres menghadapi masalah yang seabrek di negara ini. Dia merasa hal itu wajar, karena dirinya manusia biasa.

"Presiden manusia biasa, kadang kalut, marah, galau, frustrasi, kecewa, demikian saya yakin yang dialami setiap presiden," ujar SBY saat memberi sambutan dalam peluncuran buku 'Jero Wacik di Mata 100 Tokoh' di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (7/7).

Dalam situasi tersebut, SBY memuji sikap Jero yang selama sembilan tahun ini mendampinginya sebagai menteri. Menurutnya, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu sosok yang humoris.

"Dalam situasi saya kalut, Pak Wacik datang dengan joke-joke-nya, stres saya sedikit terobati, tidak banyak memang, tapi sedikit terobati," kata presiden.

Selain itu, SBY juga membeberkan alasannya memili Jero menjadi menteri dalam dua periode kepemimpinannya meski berbeda posisi. Menurut presiden, politikus asal Bali ini memiliki optimisme dan sanggup bekerja keras.

Menurut SBY, sikap itu penting karena Indonesia masa kini berada dalam era transisi dan banyak elemen masyarakat biasa bersikap skeptis.

"Pak Wacik ini seorang yang memiliki fighting spirit tinggi. Kedua, Pak Wacik memiliki sikap yang optimis dan positive thinking, sikap yang penting dalam era transisi ini, ketika banyak orang melihat segala sesuatu dengan memandang skeptis dan cynical," paparnya.

Sambutan presiden diberikan pada peluncurkan buku testimonial berjudul 'Jero Wacik di Mata 100 Tokoh'. Buku ini dibuat tim yang diketuai Ketut Suardhana Linggih sejak April lalu, sebagai hadiah ulang tahun Jero Wacik ke-64. (rep05)