Riau Raya

Dua Warga Pekanbaru Meninggal Akibat DBD

Pekanbaru-Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menelan korban jiwa. Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat ada dua orang meninggal  akibat DBD di pekan ke-33 tahun 2016. 
 
Dua orang yang meninggal tersebut masing-masing merupakan warga Kecamatan Tampan dan Kecamatan Payung Sekaki. Ini artinya, sudah 10 warga  meninggal akibat DBD  tahun ini.
 
Secara keseluruhan, Diskes Kota Pekanbaru mencatat sampai saat ini kasus DBD sudah mencapai 746 kasus. 10 di antaranya meninggal dunia. Rincian kasus yang meninggal di antaranya di Kecamatan Bukit Raya satu orang, Marpoyan Damai (4), Tampan (4),dan Payung Sekaki satu orang. Informasi ini disampaikan Kepala Diskes Pekanbaru drg Helda S Munir melalui Kabid Pengendalian Kesehatan Gustiyanti SKM MKes,kemarin. Ia menjelaskan dua korban yang meninggal akibat DBD dikarenakan korban lambat dibawa ke rumah sakit. Bukan karena penangan lambat di rumah sakit.
 
“Bukan terlambat penanganan. Kadang terlambat dibawa ke rumah sakit. Apalagi korban sudah muntah darah baru dibawa ke fasilitas kesehatan. Artinya penanganan dari keluarga lambat. Jika  pihak keluarga segera membawa korban ke rumah sakit, diyakini kondisi korban tidak akan terlanjur parah,” ujar Yanti.
 
Lanjutnya, kadang gejala setiap orang yang menderita DBD tidak sama. Ada sebagian orang hanya terlihat seperti demam biasa saja. Ada juga yang kelihatan tidak seperti demam biasa.
 
“Kadang kan gejala nggak sama setiap orang, karena kekebalan tubuh orang juga beda. Kalau demam, langsung saja periksakan. Terkadang pihak keluarga tidak paham dengan siklus DBD ini,” terangnya. 
 
Guna mencegah bertambahnya penderita DBD, Yanti, menyebutkan pihaknya  melakukan berbagai cara mulai dari penyuluhan melalui kader jumantik dan juga fogging.(rep05/rpc)