Fokus Rohil

Tiga Pilar Pondasi Skala Prioritas Pembangunan Pemkab Rohil

ADVERTORIAL ROHIL

BAGANSIAPIAPI - Masih seperti tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masih merevitalisasi perbaikan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan menjadi skala prioritas utama dalam pembangunan daerah.

Tiga pilar pondasi pembangunan itu masih menjadi komitmen Bupati H. Suyatno untuk mewujudkan kabupaten yang handal menuju pusat perekonomian jalannya roda pemerintahan dengan harapan menekan angka kemiskinan.

Diantara pilar itu seperti terus gencarnya Pemkab Rohil dalam perbaikan infrastruktur seluruh jalan hingga ke pelosok daerah pesisir yang dimulai dari jalan kota dan lingkungan, saluran air (drainase), pelebaran ruas jalan menjadi dua jalur di tiap kecamatan yang saat ini hampir selesai dan jalan lintas wilayah pesisir untuk menghubungkan, Bagansiapiapi, Kubu, Panipahan hingga Sinaboi.

Hasilnya, kini dapat terus dirasakan khalayak ramai seperti proses pembangunan jembatan Pedamaran I dan II untuk memutus keterisoliran daerah. Semua itu diciptakan tak lain untuk menjawab kebutuhan masyarakat sebagai wujud pelayanan pemerintah daerah.

Gedung Kantor Bupati Rohil yang indah dan megah

Kemudian juga, yang saat ini di kembangkan yaitu pembukaan jalan Infrastruktur menuju kota Bagansiapiapi. dengan membuka bodi jalan Parit Bepak. sehingga jalan Pahlawan yang selama ini menjadi jalan utama ke kota Bagansiapiapi akan tidak macet lagi. tidak itu saja kawasan parit bepak juga di jadikan tempat rekreasi bagi pengunjung ke Bagansiapiapi. 

"Selain perbaikan infrastruktur, Pemkab Rohil masih mengantongi sejumlah program utama lainnya, seperti peningkatan pelayanan kesehatan gratis, peningkatan mutu pendidikan melalui pembangunan dan rehab sekolah serta sarana prasanannya."Target kita, bila ketiga pilar pondasi ini dapat terwujud 2 tahun mendatang, maka kabupaten Rohil diharapkan menjadi pusat perekonomian di Riau,"papar Bupati H Suyatno.

Dalam 2 tahun ke depan, Bupati menyakini, skala prioritas ini apabila dapat dirampungkan tentunya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sehingga pada tahun-tahun berikutnya pemerintah daerah hanya mengalokasikan dana untuk perawatan infrastrukturnya saja.

"Saat inipun kita terus memperbaiki manajemen setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dengan memperbaiki sistem manajemen SKPD, diharapkan pemenrintah daerah dapat terus melanjutkan pembangunan maupun renovasi setiap kantor kepenghuluan, UPTD dan lainnya melalui dana APBD yang nantinya akan dikucurkan untuk membangun gedung-gedung kantor. Bahkan, tahun 2014, kita akan mengucurkan dana bagi tiap desa senilai Rp1 milliar namun tetap melalui pengawasan yang ketat agar tidak menjadi temuan BPK," paparnya.

Mengenai pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir juga terus menggelontorkan dana dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Boleh di kroscek sendiri, kini masyarakat yang mengharapkan pelayanan kesehatan lebih dipermudah lagi. Cukup membawa kartu jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) baik di RSUD DR Pratomo Bagansiapiapi maupun puskesmas rawat inap di tiap kecamatan dapat dilayani dengan baik," urai Bupati.

Sementara itu, mengenai sarana dan prasana pendidikan serta peningkatan mutu pendidikan itu sendiri. Masyarakat di seluruh wilayah Pemkab Rohil dapat mengenyam dunia pendidikan dengan latar belakang berbagai jenjang. Sebab, mulai dari gedung PAUD hingga perguruan tinggi swasat dan negeri telah menjamur di Rohil. Bahkan, berdiirinya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kampus Rohil di Ujung Tanjung menjadi bukti komitmen Bupati H Annas Maamun akan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.

"Dari dana APBD, kita tetap mengalokasikan sebesar 20 persen untuk peningkatan dan mutu pendidikan. Setelah kampus IPDN Rohil sebagai tempat belajarnya seluruh praja yang ada di Indonesia, kita telah mendapat izin dari Kapolri atas pendirian Sekolah Kepolisian Negara (SPN) yang nanatinya akan didirikan di areal pusat perkantoran Pemkab Rohil di Batu Enam," jelasnya.

Tak berhenti sampai disitu, Pemkab Rihil juga tengah fokus pengerjaan berbagai sarana dan prasarana lainnya serta pembangunan sejumlah kantor pusat pemerintahan seperti pembangunan kantor bupati dan gedung DPRD yang diklaim bakal menjadi kantor termegah di Riau hingga Indonesia. Pengerjaan kantor bupati yang kini sedang berlangsung berlantai delapan, begitu juga kantor DPRD tahun ini juga mulai dilaksanakan. "Pembangunan gedung SPN, kantor bupati, gedung DPRD, jembatan pedamaran I dan II juga menjadi skala prioritas kita. Kita harapkan seluruhnya tahun ini akan rampung," sebutnya.

*Mampu Bersaing dengan Kabupaten/Kota Lainnya

Kendati baru berusia 16 tahun, namun Kabupaten Rokan Hilir sudah mampu bangkit dari ketertinggalan. Kini telah pula sejajar dengan sejumlah kabupaten/kota lainnya yang ada di Provinsi Riau. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari saling bersinerjinya pemerintah, DPRD dan masyarakat dalam membangun negeri  berjuluk "Seribu Kubah" ini.

"Kabupaten Rohil baru dilahirkan 16 tahun yang lalu. Sebagai kabupaten baru, tapi daerah ini sudah mulai bersaing dengan kabupaten dan kota lainya yang ada di Riau. Semua program yang dijalankan sudah bersinerji, dengan usia ke 16 tahun ini, pemerintah bersama masyarakat dan DPRD membawa negeri ini sejajar dengan kabupaten yang ada di Provinsi Riau," sebut Bupati Rohil H Suyatno.

Jembatan Pedamaran Rohil yang menjadi kebanggaan masyarakat Rohil

Semua program pembangunan yang dilaksanakan dari bupati pertama, kedua dan ketiga, kini telah menampakkan hasil yang cukup memuaskan. Dimasa kepemimpinan kedua Bupati Rohil H. Suyatno,  dan Wakilnya Erianda, SE tentulah amat berat mengemban tugas dalam keseharian.

"Akan tetapi dengan kerjasama baik yang dijalankan bersama DPRD dan masyarakat, tidak terlepas pihak keamanan dalam hal menciptakan kondisi yang kondusif, sampai saat ini kabupaten Rohil selain pesat akan pembangunan kondisi masyarakatnya hidup rukun damai serta tidak pernah terjadinya gesekan," sambungnya.

Daerah ini memang tergolong sangat aman dan kondusif. "Ini tidak terlepas dari peran aktif semua pihak, tidak terkecuali jajaran Polres Rohil dalam menjaga kondisi di daerah ini. Ke depan, menciptakan dan mempertahankan kepercayaan terhadap masyarakat menjadi tugas pokok pemerintah. Semua ini dilakukan agar Rohil semakin jaya dan siap bersaing baik sumber daya manusia, pontensi daerah berupa serta sumber daya alam dapat mensejahterakan masyarakat," jelasnya.

*Peran Penting SKPD harus Ditingkatkan !

Seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) diminta untuk dapat mengalakan segala potensi yang ada. Pasalnya, letak geografis Bagansiapiapi dinilai sangat strategis dari segala aspek ekonomi, budaya, politik dan sosial. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat kedepanya.

"Saat ini roda pembangunan di daerah yang terkenal dengan hasil ikan memiliki nilai historis yang cukup tinggi dan, dikenal oleh berbagai daerah ini saya anggap sudah berkembang cukup pesat. Hal ini tentu tidak terlepas dari peran serta pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan itu," sebut Ketua DPRD Nasruddin Hasan.

Sambungnya, langkah awal yang harus dilaksanakan, disamping meneruskan pembangunan di segala infrastruktur sarana dan prasarana. Juga harus digalakan semua potensi yang ada, demi mengangkat kesejahteraan rakyat. "Kita sepakat dengan Pemkab Rohil untuk dapat meneruskan pembangunan sarana infrastruktur secara merata. Selanjutnya, setelah segala potensi digalakan tentu dapat membuka lapangan kerja. Namun demikian seluruh SKPD harus terus menggali potensinya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," pintanya.

Bupati Rohil saat meresmikan jembatan di Rohil

Oleh karena itu, harapnya, lapangan kerja tersebut masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat hampir di seluruh daerah di Rohil. "Salah satunya seperti kecamatan Bangko, Pasir Limau Kapas, Sinaboi, Batu Hampar. Oleh karena kecamatan yang disebutkan tadi masih memiliki angka kemiskinan. Semua unsur masyarakat di Rohil tentunya tidak terlepas harus terus mendukung program yang jadi prioritas Pemkab terhadap pembangunan sarana prasarana infrastruktur, pendidikan dan kesehatan di Rohil," jelasnya.

Hal ini dilakukan agar upaya untuk mencermati dan menjawab segala bentuk permasalahan di daerah-daerah terisolir dapat teratasi. "Sehingga dengan adanya pembangunan seperti ini, menjadikan kabupaten Rohil bisa berkembang seperti daerah-daerah lain. Program prioritas tersebutkan juga didukung oleh APBD Rohil tahun 2016. Oleh karena itu, saya hanya mengingatkan, program prioritas ini harus juga dikerjakan secara profesional," saran Ketua DPRD.

Sehingga masyarakat daerah terisolir juga merasakan dari imbas pembangunan sarana prasarana infrastruktur tersebut. Menurutnya, salah satu faktor penyebab utama terisolirnya suatu daerah diantaranya adalah sarana dan prasarana infrastruktur di kabupaten Rohil belum memadai. Hingga tidak mengherankan bila masalah infrastruktur dijadikan isu sentral di Kabupaten Rohil.

"Dari semua program pembangunan disegala bidang yang dilaksanakan Pemkab Rohil, ternyata ada yang masih tetap dalam skala prioritas yakni soal pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Termasuk jalan dan jembatan Lintas Pesisir Pantai dan jalan tembus Sinaboi-Dumai. Isu sentral menjadi permasalahan pokok lainnya yaitu kualitas sumber daya manusia dan tingginya angka kemiskinan," urainya.

Sarana infrastruktur seperti transportasi misalnya, ternyata memang merupakan salah satu sektor penting dan strategis dalam konteks perbaikan dan peningkatan perekonomian yang ada didaerah-daerah. Pelaksanaan infrastruktur seperti sarana dan prasarana transportasi di Rohil ternyata memang belum sepenuhnya menjangkau diberbagai daerah. Terlebih di wilayah yang notabenenya di Pesisir Pantai yang menyebabkan kondisi daerahnya menjadi terisolir.

"Dan tentu gilirannya, untuk menjangkau daerah tersebut terpaksa harus mengunakan sarana transportasi angkutan laut dan sungai yang kondisinya sangat tergantung faktor alam seperti pasang surut air. Demikian juga halnya dengan infrastruktur listrik, pengairan dan irigasi dan air bersih yang ada di Rohil ternyata belum merata. Malah, kondisinya juga belum memadai. Dampak yang timbulkan dari daerah yang terisolir, tampaknya cukup merambat kesemua sektor yang ada," ungkap Nasruddin.

Salah satunya, daerah tersebut sulit berkembang yang gilirannya mempengaruhi terhadap kualitas sumber daya manusia. "Besar harapan kami, semua kebijakan dan program yang telah dijalankan Pemkab Rohil dapat didukung oleh semua elemen. Sehingga kebijakan dan program tepat pada sasaran yang telah ditentukan. Mudah-mudahan apa yang jadi keinginan kami (masyarakat) hendaknya dapat tercapai," harapnya. (Adveretorial Rohil/hms/krydi)