Parlemen

Kader PDIP Dituding Terlibat Konflik PKPI Sulsel

MAKASSAR – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Ridwa Wittiri menanggapi adanya laporan Dewan Pimpinan Provinsi Partai Keadilan, dan Persatuan Indonesia (DPP PKPI) Sulsel perihal Rusli Malli, salah satu kader PDIP yang ikut campur dalam persoalan di tubuh partai besutan Sutiyoso itu.

Anggota DPR RI ini menegaskan, persoalan ada kader yang mencampuri partai lain akan diserahkan kepada Dewan Kehormatan PDIP Sulsel. Meski demikian, dia mengaku belum menerima secara resmi laporan keberatan yang dilayangkan Ketua DPP PKPI Sulsel Suzanna Kaharuddin.

“Saya tidak bisa mengomentari lebih jauh soal itu. Saya juga belum mengetahui apa masalahnya. Tapi, hal itu akan ditindaklanjuti oleh dewan kehormatan. Saya tidak bisa menangani lebih jauh masalah itu,” kata Ridwan Wiitiri, Rabu (27/4/2016).

Terkait keberatan itu, menyusul Ketua Dewan Pimpinan Provinsi PKPI Sulsel Suzanna Kaharuddin merasa diancam hingga adanya provokasi terhadap kader PKPI yang sudah dipecat.

Karenanya, dengan keberatan tersebut, pihaknya melaporkan kepada Ketua DPD PDIP Sulsel Ridwan Wiitiri agar dapat menindak kader yang ikut campur di partai lain.

Anggota DPRD Sulsel itu siap  membuktikan dengan bukti rekaman dan via SMS yang berisi ancamam atau teror terhadap kader PDIP tersebut. Rusli Malli merupakan Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gowa yang turut melakukan provokator dalam konflik internal PKPI.

Dimana beberapa eks Ketua PKPI Kabupaten seperti Herman Handoko, Tojeng di Takalar, Basir di Jeneponto merupakan bagian konspirasi Rusli Malli. Kelompok ini diduga orang-orang yang membuat provokasi sehingga adanya penolakan terhadap dirinya yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PKPI Sulsel periode 2016-2021.(pjok/rd)