Fokus Rohil

Bupati: Kecamatan Pujud Bakal Dijadikan Sentra Cabai

PUJUD-Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir bertekad menjadikan Kecamatan Pujud sebagai sentra cabai.
 
Hal ini disampaikan Bupati Rohil, H Suyatno, saat meninjau kebun cabai Kelompok Tani Mekar Jaya, di Kepenghuluan Teluk Nayang, Kecamatan Pujud, Rabu (2/12).
 
Dikatakan Suyatno, hal itu karena keinginan keras masyarakat yang telah memulai sejak tiga tahun lalu dan sudah menunjukkan hasil. Saat peninjauan ke lokasi, turut hadir Anggota DPRD Yunadi, Kadis Pertanian dan Peternakan,  Muslim dan Camat Pujud, Muslikh.
 
"Pujud kita jadikan sentra cabai. Itu tergantung Kepala Dinas Pertanian, DPRD, semualah, camat, semua tokoh-tokoh masyarakat,” tekad Suyatno, di sela-sela peninjauan kebun cabai.
 
Tekad itu katanya, harus diiringi membangun jalan masuk ke lokasi itu, suatu saat karena sebagai pusat percontohan, berkemungkinan tamu dari luar akan sering dibawa ke lokasi itu untuk melihat kebun cabaimasyarakat. Suyatno merasa bangga, karena kebun cabai Kelompok Tani
Mekar Jaya, berhasil menyamai keberhasilan Kabupaten Kampar dalam berkebun bawang.
 
“Coba ini melalui Dinas Pertanian, DPRD saya mintak supportnya nanti, ini harus kita kembangkan lagi, potensi-potensi yang kita miliki ini. Cabai sampai 2 hektare sekian itu, ini suatu potensi yang luar biasa untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,” sebut Suyatno.
 
Melihat kondisi real demikian, Suyatno berharap petani itu terus dibina melalui Dinas Pertanian dan Peternakan, dengan menerjunkan PPL ke lapangan memberikan penyuluhan, sehingga bertambah lagi sebutan untuk Kecamatan Pujud, yang biasanya penghasil karet, saat ini sudah bertambah menjadi penghasil cabai.
 
“Menjadi kenyataan dihadapan kita semua, para pengunjung cabai yang terbentang luas ini, panjang, sangat luar biasa. Tentunya pemerintah, DPRD harus memberikan supportnya, dukungan anggaran, pembinaan dan lain sebagainya,” ujar Suyatno.
 
Terkait pemasaran, Suyatno menjamin tidak ada masalah, karena berdasarkan laporan yang didapatnya, pembeli beramai-ramai datang ke kebun cabai mereka, jika panen. “Tidak hanya di Pujud, melalui Dinas Pertanian, dimana-mana yang punya potensi struktur tanahnya, Pujud bagus untuk cabai nampaknya, kecamatan lain juga harus kita kembangkan," ujarnya.
 
"Di Tanah Putih Sedinginan, Tanah Putih Tanjung Melawan, kita angkat menjadi pusat buah-buahan, apakah manggis, mangga, jadi setiap kecamatan, harus punya program khusus. Misalnya Tanah Putih, cocok dengan mangga, kita tanam mangga seluruhnya. Tanah
Putih Tanjung Melawan, mungkin ada manggisnya, kita tanam manggis," kata Suyatno.
 
Rubiana, salah seorang petani cabai mengaku sudah menanam cabai sejak tiga tahun lalu dan tanamannya sangat bagus. Namun kendala sedikit terkait hama, sudah bisa diatasi melalui PPL
di lapangan, karena mereka kurang paham tentang hama ini. Dalam dua minggu, mereka panen dua kali, Selasa dan Sabtu. Sekali panen, bisa menghasilkan 60-200 kg cabai, dengan harga jual kepada pengumpul Rp25.000-Rp35.000 perkilogram.(adv/humas)