Politik

PAN Dinilai Butuh Simbol Semangat Baru

Jakarta-Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan partai politik yang lahir dari rahim reformasi. Untuk itu PAN dituntut memiliki simbol semangat baru.
 
Melalui pelaksanaan Kongres ke-IV PAN di Bali pada 28 Februari-2 Maret 2015 diharapkan dapat terwujud dan terlihat dari visi politik kebangsaan ketua umum baru yang akan maju di kongres nanti. 
 
Demikian dikatakan calon Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan di acara Forum Silaturahim dan Dialog bertajuk Perumusan Makna dan Optimalisasi Kongres IV PAN untuk Reunifikasi, Revitalisasi, dan Regenerasi, yang diadakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Timur, di Hotel Shangrila, Surabaya (Senin, 19/1/2015).
 
Zulkifli mengaku, dalam kongres ke-IV PAN akan mendorong visi politik kebangsaan, dimana rumusannya, ketua partai bukanlah penguasa, bukan juga pemilik segala-galanya. Serta bukan penentu dari keterpilihan calon bupati, gubernur atau menginginkan untuk dipilih sebagai calon presiden.
 
"Dalam visi politik kebangsaan, semua itu hak kader. Bahkan dalam penentuan calon presiden, saya akan mengupayakan sistem konvensi untuk menentukan calon presiden. Jadi, bukan ketua umum partai saja yang bisa maju jadi calon presiden, semua punya peluang," tuturnya.
 
Zul sapaan akrabnya menuturkan, partai politik harus mampu berfikir untuk jangka menengah dan panjang. Sehingga, di kongres nanti, siapapu yang kalah jangan sampai disingkirkan, sementara yang menang diangkat terus-menerus.
 
"Semuanya harus diakomodasi demi kepentingan bersama," terangnya.
 
Susunan kepengurusan, sambung Zul, PAN juga mesti mengakomodasi perwakilan dari seluruh daerah, baik itu dari Jawa, Sumatera, Papua, Kalimantan, dan lainnya. Sehingga kepengurusan tak hanya didominasi oleh beberapa daerah saja.
 
Pasalnya, kepengurusan yang memiliki visi kebangsaan akan mudah bagi partai untuk melawan musuh bangsa, yaitu kemiskinan, pengangguran, keterbelakangan, dan kebodohan.
 
Ketua DPW PAN Jawa Timur, Suyoto, mengatakan, acara ini penting dilaksanakan sebelum pelaksanaan Kongres PAN di Bali. Supaya tidak membuat kongres ini hanya dikendalikan oleh satu orang karena perhelatan ini milik semua kader PAN. Dengan demikian PAN bisa tumbuh dan berkembang menjadi lokomotif bagi kemajuan bangsa.
 
"Kita ingin lima tahun itu kedepan PAN terlihat cerah, menggembirakan, bergairah, dan enak buat siapa saja sehingga kita bisa berperan bagi bangsa. Karena itu, PAN harus punya semangat baru sebagai simbol, dan simbol itu adalah dengan mengganti ketua," ujarnya.
 
Diketahui, acara ini dihadiri oleh Ketua MPP PAN, Amien Rais, kemudian Zulkifli Hasan, AM Fatwa, seluruh DPD PAN Jawa Timur, dan perwakilan dari sejumlah DPW PAN se-Indonesia, seperti DKI Jakarta, Banten, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulbar, Jambi, Sulteng, NAD, Bali, dan yang lainnya. Sedikitnya tercatat 20 DPW yang datang, serta ada pula yang hadir bersama DPD-nya dan ada pula yang tidak. (rep05)