Polisi Ungkap Cara Sadis Komplotan Pemutilasi di Riau

Rabu, 13 Agustus 2014

Riau - Ada beberapa modus yang digunakan komplotan pelaku mutilasi di Riau untuk memikat korban. Sebelum korban dibunuh, dimutilasi, dan dikuliti serta dagingnya dijual ke warung tuak dan warung makan, pelaku menerapkan pendekatan yang berbeda atas incaran mereka.
Kapolres Siak, AKBP Dedi Rahman, mengungkapkan sejumlah modus pelaku. Seperti terhadap korban FD, bocah lelaki usia 5 tahun dan RH (10), tersangka MD bersama DD membujuk korban untuk main-main ke rumah mereka.
 
MD merupakan inisial tersangka utama berusia 19 tahun, dan DD merupakan perempuan usia 19 tahun, yang merupakan istri MD. Setelah korban main ke rumah mereka, tersangka beraksi secara keji. Tak hanya membunuh, tersangka juga memotong kemaluan korban. 
 
Berbeda dengan korban MH, MD dan DD membujuk korban lain untuk memancing. Tak sekedar memancing, tersangka juga menyenangkan hati korban dengan mengajak berenang. 
 
Setelah korban terbujuk rayuan, baru tersangka beraksi. Setelah membunuh, tersangka juga memotong kemaluan korban.
 
Modus yang sama juga dilancarkan tersangka MD terhadap korban MA. Demikian juga terhadap korban FM, tersangka MD, S, dan DP mengajak FM memancing. Setelah itu baru ketiga tersangka melancarkan aksinya memutilasi dan memootng kemaluan korban. 
 
Sedangkan terhadap korban MG, tersangka S dan MD hanya membujuk korbannya dengan mengiming-imingi kerupuk. Setelah itu baru mereka membunuh dan memotong kemaluan korban. Sedangkan terhadap korban A tersangka MD dan DT melancarkan bujuk rayuan sehingga korban mau mengikuti kemauan tersangka. 
 
Sejauh ini pihak polisi sudah menangkap empat tersangka, MD, DD, S dan DP terkait kasus pembunuhan sadis ini. (ren)