LKP Gelar Diskusi Islam Radikal

Rabu, 31 Juli 2013

ilustrasi

BAGANSIAPIAPI - Lembaga Kajian Pembangunan (LPP) Rokan Hilir menggelar diskusi Islam radikal. Diskusi itu untuk pembinaan generasi muda sebagai cegah dini berkembangya Islam radikal dikalangan generasi muda, Selasa (30/7) di Hotel Mulia Bagansiapiapi.

Kegiatan ini sempat dihadiri Asisten I Drs Wan Rusli Syarif dan diikuti 100 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa dan pemuda.

Tiga narasumber yang memberikan pemaparan yakni, Dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Rokan Hilir Ardiensah, S STP M Soc Sc dengan makalah. “Pembinaan Generasi Muda Rokan Hilir”, Sekretaris FKUB Drs H Sakolan Khalil MA, “Islam dan Radikalisme”, pihak Kemenag Misnan, S Sos I, “Memahami dan Mengamalkan Islam Secara Kaffa (universal) Sesuai dengan Tuntutan Rasulullah SAW”.

Ketua panitia LKPRH, Nofrisandi. mengatakan, Kepada Metro Riau, Selasa (30/7) mengatakan, generasi muda Rokan Hilir merupakan generasi yang setiap saat terancam bahaya radikalisme, atas kekeliruan pemahaman terhadap Islam. Batas wilayah dengan negara tetangga Malaysia salah satu kemungkinan bahaya itu bisa masuk.

Oleh sebab itu, dipandang perlu timbulnya pemahaman yang sama atas Syariah Islam yang universal dan terhindarnya sikap radikal bagi generasi muda, dengan cara menggelar diskusi “Pembinaan Generasi Muda Kabupaten Rokan Hilir Sebagai Cegah Dini Berkembangya Islam Radikal," ujarnya.

Diskusi ini cukup menarik, sehingga sesi diskusi dan tanya jawab yang disediakan tidaklah cukup, banyak penanya yang tidak kebagian, namun demikian mereka merasa puas dan mengerti perlu kewaspadaan terhadap bahaya Islam Radikal.

Bahkan Syafrudin bersama rekannya, dari mahasiswa STAI Ar-Ridho usai acara masih meminta waktu kepada panitia untuk pembahasan topik Islam radikal lebih lanjut, mereka menyarankan agar dibuat sebuah organisasi yang peduli terhadap bahaya radikalisme di Rokan Hilir yang diwadahi LKPRH dan beranggotakan mahasiswa, serta sejumlah siswa SLTA. (rep1)