Edited by Rohil Online Media
Hot News››

Bunuh Gajah yang Rusak Kebun, Lelaki Ini Dihukum 1,6 Tahun Penjara

Jumat,16 September 2016 | 03:29:00
  Bunuh Gajah yang Rusak Kebun, Lelaki Ini Dihukum 1,6 Tahun Penjara
Ket Foto :
Jakarta - Pengadilan Negeri (PN) Muara Tebo menghukum Sukarno, warga Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi dengan penjara selama 1 tahun 6 bulan. Sukarno dinyatakan terbukti bersalah telah membunuh seekor gajah Sumatera bernama Dadang pada Februari 2016 lalu.
 
"Sukarno kami tuntut dengan hukuman penjara selama 2 tahun dan denda Rp 100 juta. Oleh majelis hakim, Sukarno divonis dengan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp 75 juta subsidair 3 bulan. Vonis dibacakan majelis hakim pada Rabu, 24 Agustus 2016," jelas Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Muara Tebo, Nur Slamet, ketika menyerahkan barang bukti berupa gading dan tengkorak gajah yang dibunuh kepada Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Syahimin, di kantor Kejari Muara Tebo, Kamis (15/9/2016).
 
Dalam kasus yang sama, PN Muara Tebo juga menghukum Elpiyan, tetangga Sukarno yang turut serta membunuh gajah Dadang. Sukarno yang dituntut hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan divonis hanya 1 tahun. Dia juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 65 juta, jika tidak membayar dia bisa menggantinya dengan kurungan selama 3 bulan.
 
Keduanya dikenai pasal 40 juncto pasal 21 UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100 juta.
Foto: Barang bukti gading dan tengkorak gajah kepada BKSDA Jambi (Usman/detikcom)Foto: Barang bukti gading dan tengkorak gajah kepada BKSDA Jambi (Usman/detikcom)
 
Humas PN Muara Tebo yang juga menjadi anggota majelis hakim dalam perkara ini, R Anggara Kurniawan, menyatakan kedua terpidana dihukum lebih ringan karena sejumlah pertimbangan, di antaranya mereka sopan selama persidangan dan menyesali perbuatannya.
 
"Untuk Sukarno, karena pertimbangan umurnya sudah tua, sudah 78 tahun. Selain itu dia menjadi tulang punggung keluarga," ujar Anggara di kantor PN Muara Tebo, Kamis (15/9/2016).
Foto: Penyerahan barang bukti ke BKSDA Jambi (Usman/detikcom)Foto: Penyerahan barang bukti ke BKSDA Jambi (Usman/detikcom)
 
Peristiwa pembunuhan terjadi pada pertengahan Januari 2016. GPS Collar yang dipasang di tubuh Dadang tiba-tiba tidak mengirim sinyal. Akhirnya setelah dilakukan pencarian, Dadang ditemukan sudah mati, pertengahan Februari 2016.
 
Di persidangan, Sukarno mengaku kesal dengan gajah Dadang karena merusak kebunnya. (rep05)
Tulis Komentar
Baca Berita Lainnya
Kamis,29 September 2016 | 02:49:00 WIB

Hari Ini Pansus DPRD Provinsi Agendakan Bahas RTRW Riau

Hari Ini Pansus DPRD Provinsi Agendakan Bahas RTRW Riau Pekanbaru-Dari tahun 1994 hingga saat ini, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum juga tuntas. Untuk itu, Pansus Raperda RT RW DPRD Riau akan melakukan rapat bersama Bupati Walikota se-Provinsi Riau pada hari ini, Kamis (29/9/2016).   Hal itu karena perda yang dibentuk pansus tersebut tersebut merupakan RT RW induk di Provinsi Riau. Ketua pansus RT RW DPRD Ri....
Kamis,08 September 2016 | 04:12:00 WIB

Gawat, Rupanya 60 Persen Isi Penjara Diisi Penjahat Narkoba

Gawat, Rupanya 60 Persen Isi Penjara Diisi Penjahat Narkoba   JAKARTA - Penegakan hukum terhadap kasus narkotika yang begitu masif ternyata belum juga membuat pengedar dan pengguna narkotika jera. Berdasarkan data Polri jumlah kasus narkotika mengalami kenaikan drastis hingga 7 ribu kasus tiap tahunnya. Praktis, jumlah orang yang dipenjara karena kasus narkotika juga terus melonjak. Akibatnya, penjara pun penuh diisi oleh mereka ya....
Kamis,08 September 2016 | 04:11:00 WIB

Masa Sih, Wayan Mirna Tewas Bukan karena Sianida

 Masa Sih, Wayan Mirna Tewas Bukan karena Sianida JAKARTA - Saksi-saksi meringankan yang dihadirkan kubu terdakwa Jessica Iskandar kembali menyampaikan keterangan yang mengarah pada ketiadaan sianida sebagai penyebab kematian korban Wayan Mirna Salihin. Pada sidang yang digelar hingga Rabu (7/9/2016) malam, sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengghadrikan ahli forensik dan toksikologi, Djadja Surya Armadja.  ....
Senin,05 September 2016 | 04:42:00 WIB

Weleh, Rupanya Bupati Banyuasin Ditangkap Sesaat Hendak Naik Haji

 Weleh, Rupanya Bupati Banyuasin Ditangkap Sesaat Hendak Naik Haji Jakarta-Betapa memilukan yang dirasakan keluarga Bupati Banyuasin Sumatera Selatan Yan Anton Ferdian ini. Betapa tidak, sang bupati ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi ketika sang bupati baru selesai mengadakan acara walimatus safar atau pengajian untuk keberangkatan haji.   Ya, Anton Ferdian rencananya akan berangkat naik haji Rabu (7/9/2016) lusa. Dia ber....
Senin,05 September 2016 | 04:26:00 WIB

Hari Ini KPK Akan Jelaskan soal Penangkapan Bupati Banyuasin

  Hari Ini KPK Akan Jelaskan soal Penangkapan Bupati Banyuasin Jakarta-- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, membenarkan adanya penangkapan terhadap Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian.   Yan ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatera Selatan, Minggu (4/9/2016).   Seperti dikutip Sriwijaya Post, Selain Yan, penyidik KPK juga membawa tiga orang lainnya.....