Edited by Rohil Online Media
Hot News››

Gawat, Rupanya 60 Persen Isi Penjara Diisi Penjahat Narkoba

Kamis,08 September 2016 | 04:12:00
Gawat, Rupanya 60 Persen Isi Penjara Diisi Penjahat Narkoba
Ket Foto :
 
JAKARTA - Penegakan hukum terhadap kasus narkotika yang begitu masif ternyata belum juga membuat pengedar dan pengguna narkotika jera. Berdasarkan data Polri jumlah kasus narkotika mengalami kenaikan drastis hingga 7 ribu kasus tiap tahunnya. Praktis, jumlah orang yang dipenjara karena kasus narkotika juga terus melonjak. Akibatnya, penjara pun penuh diisi oleh mereka yang bermasalah dengan narkotika.
 
Analis Kebijakan Madya Bidang Narkotika Bareskrim Kombespol Rudy Tranggono menuturkan, pada 2014 terdapat 35 ribu kasus narkotika yang ditangani Polri. Lalu, pada 2015 jumlah kasus narkotika naik drastic menjadi 42 ribu kasus. ”Tahun ini atau 2016, kasus narkotika hingga Juni ternyata sudah sampai 23 ribu kasus,” paparnya.
 
Dengan begitu, dapat diprediksi bahwa hingga akhir 2016 bisa jadi jumlah kasus narkotika yang ditangani atau diungkap Polri bisa mencapai 46 ribu kasus. Hal tersebut menunjukkan bagaimana parahnya peredaran narkotika di Indonesia. ”Masalahnya, mengapa penegakan hukum yang masif ternyata tidak juga menurunkan jumlah kasus narkotika,” tuturnya.
 
Dia menuturkan bahwa penegakan hukum narkotika ini tentu tidak bisa dilakukan tanpa ada upaya pencegahan. Pencegahan itu merupakan kewenangan lembaga lainnya. ”Tapi, Polri menyadari perlunya untuk melakukan pencegahan,” paparnya.
 
Peningkatan jumlah kasus ini juga bisa dikarenakan bandar internasional menganggap Indonesia sebagai pasar yang begitu manis. Dari sisi harga, narkotika di Indonesia cenderung mahal. Ditambah lagi dengan jumlah permintaan yang besar. ”Akhirnya, pengedar itu berupaya dengan cara apapun untuk memasukkan barang ke Indonesia,” ungkapnya.
 
Di sisi lain, meningkatkan jumlah kasus narkotika, secara otomatis meningkatkan jumlah orang yang dipenjara akibat kasus tersebut. Dia mengatakan bahwa jumlah tersangka kasus narkotika di Polri setiap tahunnya bisa mencapai lebih dari 4 ribu orang. ”Mau tak mau, itu menjadi beban dari Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Ditjen Pemasyarakatan,” paparnya.(rep05)
Tulis Komentar
Baca Berita Lainnya
Kamis,29 September 2016 | 02:49:00 WIB

Hari Ini Pansus DPRD Provinsi Agendakan Bahas RTRW Riau

Hari Ini Pansus DPRD Provinsi Agendakan Bahas RTRW Riau Pekanbaru-Dari tahun 1994 hingga saat ini, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum juga tuntas. Untuk itu, Pansus Raperda RT RW DPRD Riau akan melakukan rapat bersama Bupati Walikota se-Provinsi Riau pada hari ini, Kamis (29/9/2016).   Hal itu karena perda yang dibentuk pansus tersebut tersebut merupakan RT RW induk di Provinsi Riau. Ketua pansus RT RW DPRD Ri....
Jumat,16 September 2016 | 03:29:00 WIB

Bunuh Gajah yang Rusak Kebun, Lelaki Ini Dihukum 1,6 Tahun Penjara

  Bunuh Gajah yang Rusak Kebun, Lelaki Ini Dihukum 1,6 Tahun Penjara Jakarta - Pengadilan Negeri (PN) Muara Tebo menghukum Sukarno, warga Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi dengan penjara selama 1 tahun 6 bulan. Sukarno dinyatakan terbukti bersalah telah membunuh seekor gajah Sumatera bernama Dadang pada Februari 2016 lalu.   "Sukarno kami tuntut dengan hukuman penjara selama 2 tahun dan denda Rp 100 juta....
Kamis,08 September 2016 | 04:11:00 WIB

Masa Sih, Wayan Mirna Tewas Bukan karena Sianida

 Masa Sih, Wayan Mirna Tewas Bukan karena Sianida JAKARTA - Saksi-saksi meringankan yang dihadirkan kubu terdakwa Jessica Iskandar kembali menyampaikan keterangan yang mengarah pada ketiadaan sianida sebagai penyebab kematian korban Wayan Mirna Salihin. Pada sidang yang digelar hingga Rabu (7/9/2016) malam, sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengghadrikan ahli forensik dan toksikologi, Djadja Surya Armadja.  ....
Senin,05 September 2016 | 04:42:00 WIB

Weleh, Rupanya Bupati Banyuasin Ditangkap Sesaat Hendak Naik Haji

 Weleh, Rupanya Bupati Banyuasin Ditangkap Sesaat Hendak Naik Haji Jakarta-Betapa memilukan yang dirasakan keluarga Bupati Banyuasin Sumatera Selatan Yan Anton Ferdian ini. Betapa tidak, sang bupati ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi ketika sang bupati baru selesai mengadakan acara walimatus safar atau pengajian untuk keberangkatan haji.   Ya, Anton Ferdian rencananya akan berangkat naik haji Rabu (7/9/2016) lusa. Dia ber....
Senin,05 September 2016 | 04:26:00 WIB

Hari Ini KPK Akan Jelaskan soal Penangkapan Bupati Banyuasin

  Hari Ini KPK Akan Jelaskan soal Penangkapan Bupati Banyuasin Jakarta-- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, membenarkan adanya penangkapan terhadap Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian.   Yan ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatera Selatan, Minggu (4/9/2016).   Seperti dikutip Sriwijaya Post, Selain Yan, penyidik KPK juga membawa tiga orang lainnya.....