Edited by Rohil Online Media
Hot News››

Masa Sih, Wayan Mirna Tewas Bukan karena Sianida

Kamis,08 September 2016 | 04:11:00
 Masa Sih, Wayan Mirna Tewas Bukan karena Sianida
Ket Foto :
JAKARTA - Saksi-saksi meringankan yang dihadirkan kubu terdakwa Jessica Iskandar kembali menyampaikan keterangan yang mengarah pada ketiadaan sianida sebagai penyebab kematian korban Wayan Mirna Salihin. Pada sidang yang digelar hingga Rabu (7/9/2016) malam, sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengghadrikan ahli forensik dan toksikologi, Djadja Surya Armadja.
 
Saat dicecar hakim Binsar Gultom dengan pertanyaan, Djadja Surya Atmadja, tetap dengan pendapatnya bahwa Mirna meninggal bukan karena racun sianida. "Kalau menurut saya bukan sianida," kata Djadja. 
 
Hakim Binsar yang tidak puas dengan jawaban itu kemudian kembali mencecar Djadja. "Kalau bukan sianida lalu apa?" tanya Binsar.
 
"Saya tidak tahu, karena saya tidak memeriksa," jawab Djadja, yang juga dokter DNA pertama di Indonesia itu. Menurut Djadja, memang benar Mirna minum kopi di Cafe Olivier saat itu. Namun, lanjut dia, yang masuk ke dalam tubuh Mirna bukan sianida. Sebab, kata dia, kalau meninggalkan karena sianida, tentunya di dalam hatinya ada racun tersebut.
 
"Tapi, ini tidak ada sianida di hati Mirna," ujar Djadja. Dia tetap pada pendapatnya ketika giliran Otto Hasibuan, pengacara Jessica menanyakan, apakah kematian korban bisa ditegakkan hanya dengan mengambil sampel lambung tanpa melakukan otopsi. "Tidak," tegas Djadja.
 
Otto lantas meminta penjelasan mengapa Djadja yakin Mirna meninggal bukan karena sianida. "Coba dijelaskan," pinta Otto. Djadja menjelaskan, ciri seseorang yang meninggal karena sianida itu ada tiga.
 
Pertama, kulitnya merah. Kedua, ada bau yang bisa dicium oleh dokter. Ketiga, ada efek di lambung yang mestinya berwarna merah dan bengkak.(rep05c)
 
Tulis Komentar
Baca Berita Lainnya
Kamis,29 September 2016 | 02:49:00 WIB

Hari Ini Pansus DPRD Provinsi Agendakan Bahas RTRW Riau

Hari Ini Pansus DPRD Provinsi Agendakan Bahas RTRW Riau Pekanbaru-Dari tahun 1994 hingga saat ini, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum juga tuntas. Untuk itu, Pansus Raperda RT RW DPRD Riau akan melakukan rapat bersama Bupati Walikota se-Provinsi Riau pada hari ini, Kamis (29/9/2016).   Hal itu karena perda yang dibentuk pansus tersebut tersebut merupakan RT RW induk di Provinsi Riau. Ketua pansus RT RW DPRD Ri....
Jumat,16 September 2016 | 03:29:00 WIB

Bunuh Gajah yang Rusak Kebun, Lelaki Ini Dihukum 1,6 Tahun Penjara

  Bunuh Gajah yang Rusak Kebun, Lelaki Ini Dihukum 1,6 Tahun Penjara Jakarta - Pengadilan Negeri (PN) Muara Tebo menghukum Sukarno, warga Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi dengan penjara selama 1 tahun 6 bulan. Sukarno dinyatakan terbukti bersalah telah membunuh seekor gajah Sumatera bernama Dadang pada Februari 2016 lalu.   "Sukarno kami tuntut dengan hukuman penjara selama 2 tahun dan denda Rp 100 juta....
Kamis,08 September 2016 | 04:12:00 WIB

Gawat, Rupanya 60 Persen Isi Penjara Diisi Penjahat Narkoba

Gawat, Rupanya 60 Persen Isi Penjara Diisi Penjahat Narkoba   JAKARTA - Penegakan hukum terhadap kasus narkotika yang begitu masif ternyata belum juga membuat pengedar dan pengguna narkotika jera. Berdasarkan data Polri jumlah kasus narkotika mengalami kenaikan drastis hingga 7 ribu kasus tiap tahunnya. Praktis, jumlah orang yang dipenjara karena kasus narkotika juga terus melonjak. Akibatnya, penjara pun penuh diisi oleh mereka ya....
Senin,05 September 2016 | 04:42:00 WIB

Weleh, Rupanya Bupati Banyuasin Ditangkap Sesaat Hendak Naik Haji

 Weleh, Rupanya Bupati Banyuasin Ditangkap Sesaat Hendak Naik Haji Jakarta-Betapa memilukan yang dirasakan keluarga Bupati Banyuasin Sumatera Selatan Yan Anton Ferdian ini. Betapa tidak, sang bupati ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi ketika sang bupati baru selesai mengadakan acara walimatus safar atau pengajian untuk keberangkatan haji.   Ya, Anton Ferdian rencananya akan berangkat naik haji Rabu (7/9/2016) lusa. Dia ber....
Senin,05 September 2016 | 04:26:00 WIB

Hari Ini KPK Akan Jelaskan soal Penangkapan Bupati Banyuasin

  Hari Ini KPK Akan Jelaskan soal Penangkapan Bupati Banyuasin Jakarta-- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, membenarkan adanya penangkapan terhadap Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian.   Yan ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatera Selatan, Minggu (4/9/2016).   Seperti dikutip Sriwijaya Post, Selain Yan, penyidik KPK juga membawa tiga orang lainnya.....