Edited by Rohil Online Media
Hot News››

Akhirnya Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar Kembali Menjadi WNI

Kamis,08 September 2016 | 04:09:00
 Akhirnya Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar Kembali Menjadi WNI
Ket Foto :
JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyatakan, status kewarganegaraan AS dan paspor mantan Menteri ESDM, Archandra Tahar sudah dicabut dan diterima oleh keimigrasian AS pada 12 Agustus 2016 lalu.
 
Hal itu dikatakan Yasonna saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, di Gedung Nusantara III, kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (7/9/2016). "Semenjak itu, Archandra mengantongi Certificate of Loss of Nationality of the US. Dan Imigrasi Indonesia juga telah menemukan bahwa sudah dicabut status kewarganegaraan Amerika Serikat atas nama Archandra Thahar," ujar Yasonna.
 
Yasonna mengatakan, berdasarkan Sertifikat Kehilangan Kewarganegaraan AS, Archandra juga sudah menyatakan sikapnya untuk memilih jadi WNI. Hal itu esuai dengan UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2007 tentang tata cara memperoleh kembali kewarganegaraan. "Kemenkum HAM sendiri pernah memanggil Arcandra difasilitasi Sekretariat Negara mengenai hal ini. Saat hendak mencabut Kewarganegaraan Archandra, Imigrasi Indonesia menemukan data baru, yaitu Sertifikat Kehilangan Kewarganegaraan AS atas nama Archandra," ujarnya.
 
Ditambahkannya, Archandra pun sebelumnya mengajukan permintaan kehilangan kewarganegaraan AS, dan bersumpah (by oath) di Kedubes AS. "Itu baru sah kalau disetujui oleh Departement of State mereka. Tiga hari kemudian keluar persetujuan DOS itu. Certificate of Loss of Nationality of the US. Approve, lengkap dengan dokumen-dokumen bukti. Termasuk surat dari Kedubes AS," katanya.
 
Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, jika Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia tidak menemukan bukti Sertifikat Kehilangan Kewarganegaraan AS atas nama Archandra pasti sudah dicabut status WNI Archandra. "Dalam proses kami menerbitkan itu, ditemukan fakta tersebut. Kalau kami tidak temukan, sudah terbukti, kami buat SK, terbitkan," terang Yasonna.
 
Yasonna menyebut, apabila pencabutan status WNI Archandra sempat terbit dan dia stateless, pasti dipidana dia selama 3 tahun. "Sebab setiap orang tidak boleh tanpa kewarganegaraan. Sesuai UU, Archandra pada 16 Agustus 2016 memilih menjadi WNI," pungkasnya.(rep05/rpc)
Tulis Komentar
Baca Berita Lainnya
Selasa,20 Juni 2017 | 08:36:00 WIB

Liburan ke Batu Cave Malaysia dengan Malaysia Airlines

Liburan ke Batu Cave Malaysia dengan Malaysia Airlines Malaysia merupakan negara tetangga dan letaknya paling dekat dengan Indonesia jika dilihat secara geografis. Malaysia juga menjadi negara selanjutnya yang paling dituju wisatawan asal Indonesia setelah Singapura. Oleh karenanya banyak maskapai yang menyediakan rute Indonesia-Malaysia dan menawarkan promo, salah satunya adalah Malaysia Airlines, untuk memesan tiketnya, Anda bisa mengh....
Rabu,14 September 2016 | 02:52:00 WIB

Alhamdulilah, Gereja Ambon Sumbang Hewan Kurban

 Alhamdulilah, Gereja Ambon Sumbang Hewan Kurban  Ambon - ‎Gereja Protestan Maluku (GPM) menyerahkan hewan kurban kepada Panitia Hari Raya Qurban Masjid An Nur, Desa Batu Merah, Sirimau Kota Ambon. Hewan kurban diserahkan pendeta A.Hetharion, yang didampingi oleh pendeta .A.Latupeirissa, dan diterima Panitia Hari Raya Qurban Masid Annur Desa Batu Merah, pada Jumat 9 September 2016.    ‎"Bagi....
Kamis,08 September 2016 | 04:10:00 WIB

Awas Sudah Dekat, Virus Zika Sudah Menyerang Malaysia

 Awas Sudah Dekat, Virus Zika Sudah Menyerang Malaysia KUALALUMPUR-Setelah Singapura, kini giliran Malaysia yang mengkonfirmasi adanya serangan virus zika terhadap warga negaranya. Otoritas setempat menyebutkan penderitanya adalah seorang perempuan hamil.   Informasi itu disampaikan Menteri Kesehatan Malaysia S Subramaniam, Rabu (7/9/2016). Ini adalah kasus zika pertama yang ditemukan di Malaysia. Dalam keterangan....
Rabu,07 September 2016 | 04:41:00 WIB

Desember, Presiden dan Wapres Datang ke Pelalawan

 Desember, Presiden dan Wapres Datang ke Pelalawan PELALAWAN - Setelah mendapat angin segar masuknya Techno Park Pelalawan dalam prioritas pembangunan Nasional dengan diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) RI No 45 tahun 2016 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2017, kabupaten Pelalawan kembali mendapat kabar gembira. Dimana pada awal Desember mendatang, Presiden RI Ir H Joko Widodo bersama Wakil Presiden RI H Jusuf Kalla dida....
Senin,05 September 2016 | 04:25:00 WIB

Jelang Idul Adha, Harga Tiga Komoditas Ini Kompak Naik

 Jelang Idul Adha, Harga Tiga Komoditas Ini Kompak Naik Jakarta -Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga tiga komoditas pangan seperti bawang merah, bawang putih, dan tomat mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan ketiga komoditas tersebut disebabkan karena pasokan yang menurun dari sentra produksi.   Harga bawang merah yang pekan lalu dijual seharga Rp 35.000 per kg, 3 hari ini mengalami kenaikan hingga Rp ....