Edited by Rohil Online Media
Hot News››

Alamak, Harga Bensin di Papua Rp100 Ribu per Liter

Selasa,07 Mei 2013 | 10:26:00
Alamak, Harga Bensin di Papua Rp100 Ribu per Liter
Ket Foto :

Gubernur Papua Lukas Enembe merasa heran dengan hiruk pikuk yang terjadi di Jakarta terkait rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebab, harga BBM di Papua lebih mahal puluhan kali lipat daripada di Jakarta.

Lukas mengatakan, dirinya merasa sangat heran dengan polemik wacana kenaikan BBM yang digulirkan pemerintah. Menurut dia, masyarakat Papua selama ini tidak ada masalah dengan harga BBM dan kebutuhan pokok lainnya di Papua yang mencapai harga selangit.

"Harga bensin di Puncak Jaya sana satu liter itu Rp 100 ribu, di sini naik sekitar Rp 6 ribu saja sudah ribut-ribut," kata Lukas.

Hal ini disampaikan Lukas saat melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso terkait pembahasan otonomi khusus Papua di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/5) kemarin.

Selain BBM, lanjut dia, harga yang fantastis terjadi di Papua juga terjadi pada bahan bangunan khususnya semen. Menurut dia, semen di Papua mencapai Rp 2 juta/sak.

"Semen saja di sana satu sak sampai Rp 2 juta/sak, kalau di Wamena sekitar Rp 400 ribu," imbuhnya.

Namun demikian, perbedaan harga yang sangat mencolok ini tidak menjadikan rakyat Papua jenuh dan hendak berpisah dengan Indonesia. Lukas menambahkan, tugasnya sebagai orang nomor satu di Papua adalah mensejahterakan rakyat.

"NKRI harga mati, maka tugas saya mensejahterakan rakyat," tandasnya. (rep02)

Tulis Komentar
Baca Berita Lainnya
Senin,02 Mei 2016 | 03:48:00 WIB

Kabar Bahagia: Ongkos Naik Haji Sekitar Rp34 Juta Saja

 Kabar Bahagia: Ongkos Naik Haji Sekitar Rp34 Juta Saja Jakarta-Pembahasan maraton biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) mulai Jumat siang (29/4) sampai Sabtu subuh kemarin (30/4) berbuah manis. Akhirnya ongkos haji tahun ini ditetapkan. Kabar kurang enaknya, BPIH tahun ini lebih mahal sekitar Rp1 juta dibandingkan tahun lalu.   Sebagai perbandingan rerata BPIH tahun lalu disahkan DPR bersama Kementerian Agama (....
Minggu,01 Mei 2016 | 10:41:00 WIB

Sekretaris MA Sembuyikan Dokumen dan Uang ke Dalam Lubang Kloset

 Sekretaris MA Sembuyikan Dokumen dan Uang ke Dalam Lubang Kloset Jakarta - Cerita di balik penggeledahan rumah mewah milik Sekretaris Makamah Agung (MA) Nurhadi mulai terkuak. Selain penemuan dokumen yang dibuang di lubang toilet, penyidik KPK juga menemukan uang yang disembunyikan di kloset kamar mandi di dekat kamar Nurhadi. "Ada kepanikan saat tim datang, sebagian uang ditemukan di kloset,"kata seorang sumber di KPK, Sabtu (30/4....
Minggu,01 Mei 2016 | 03:40:00 WIB

Sutiyoso Cari Koruptor Buron Rp1,3 triliun ke Luar Negeri

 Sutiyoso Cari Koruptor Buron Rp1,3 triliun ke Luar Negeri JAKARTA - ROHILONLINE.COM - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso memastikan bakal terus memburu buron yang kabur ke Luar Negeri (LN). Bagi BIN pilihan terbaik bagi para tersangka yang kini melarikan diri adalah menyerahkan diri. "Di ujung dunia mana pun saya akan cari. Pilihan terbaik mereka (Buronan) menyerahkan diri," kata Sutiyoso akhir pekan lalu. ....
Minggu,01 Mei 2016 | 03:10:00 WIB

Pendiri PKS Merandang Karna Fahri Hamzah Dipecat dari Partai

 Pendiri PKS Merandang Karna Fahri Hamzah Dipecat dari Partai JAKARTA - Pemecatan terhadap Fahri Hamzah dari keanggotaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memicu reaksi dari pendiri sekaligus deklarator Partai Keadilan (PK) yang sekarang berubah naman menjadi PKS, Yusuf Supendi. Pemecatan terhadap Fahri Hamzah dianggap tidak adil. Menurutnya, pemecatan terhadap Fahri Hamzah dari keanggotaan partai sebagai upaya bersih-bersih para elite PKS ....
Jumat,29 April 2016 | 10:14:00 WIB

Dalami Kasus Sumber Waras, KPK Akan Gandeng Tim Ahli

 Dalami Kasus Sumber Waras, KPK Akan Gandeng Tim Ahli JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengundang ahli untuk memberikan keterangan seputar kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Saat ini, laporan kerugian dalam pembelian lahan tersebut masih diselidiki oleh KPK. "KPK memerlukan keterangan ahli untuk memperkuat hasil audit BPK, kami masih butuh keterangan ahli,&quo....