Wow, Warga Dumai Resah Diteror Cobra Pembunuh
Edited by Rohil Online Media
Hot News››

Wow, Warga Dumai Resah Diteror Cobra Pembunuh

Jumat,20 Desember 2013 | 05:37:00
 Wow, Warga Dumai Resah Diteror Cobra Pembunuh
Ket Foto :

DUMAI - Puluhan ular kobra meneror warga Jalan Nelayan Laut, Keluharan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Masyarakat ketakutan karena ular pembunuh ini masuk ke rumah-rumah penduduk.

Informasi yang himpun Metro Riau, Kamis (19/12), puluhan kobra sudah berkeliaran sejak sepekan terakhir. Hingga kemarin, warga baru berhasil menangkap 20 ular yang berbisa mematikan ini. Sedangkan puluhan kobra lainnya berhasil melarikan diri dari kejaran masyarakat.

Warga sempat kesulitan menangkap kobra karena saat dikejar langsung lari dan bersembunyi di drainase dekat rumah-rumah warga. Setelah berjuang bersama, puluhan warga warga akhirnya bisa menangkap puluhan ular dari semak belukar yang lembab.

Selain kobra, puluhan ular sawah sepanjang sekitar satu hingga dua meter juga berkeliaran di pemukiman masyarakat. Setelah diamati, ternyata ular-ular tersebut berasal dari drainase pasca terjadinya banjir belum lama ini.

Ketua RT 05 di Jalan Nelayan Laut, Yusrizal kepada Metro Riau mengatakan, ular kobra masuk ke rumah-rumah warga. "Seperti mencari mangsa," kata dia.

Yusrizal mengatakan, tiga ekor kobra sempat masuk ke rumahnya pada Rabu (18/12) malam dan mengancam keselamatan putra sulungnya. "Untung keberadaan ular itu cepat kami ketahui dan bisa diusir keluar dari dalam rumah," ungkapnya.

Menurut Yusrizal, rumah sejumlah warganya juga dimasuki kobra. "Pokoknya setiap malam warga Jalan Nelayan ketakutan. Puluhan ular kobra meneror warga," katanya lagi.

Warga tidak tinggal diam. "Warga ramai-ramai menangkangkapnya, dapat 20 ekor, tapi dua dibunuh karena sangat membahayakan," tambahnya.

Ular kobra yang berhasil ditangkap, menurut Yusrizal, dilepas kembali namun jauh dari pemukiman penduduk. "Dilepas di kawasan hutan yang jauh dari rumah warga seperti di hutan Bukit Datuk," jelasnya.

Yusrizal mengatakan, masyarakat menduga kemunculan ular tersebut akibat banjir yang belum lama ini melanda Jalan Nelayan Laut. Selain itu, kawasan ini dekat dengan hutan bakau dan berada di tepi Pantai Dumai.

Dua tokoh masyarakat Jalan Nelayan Laut, Amin Latih dan Iwan juga mengakui puluhan kobra yang berkeliaran meneror masyarakat. "Setiap malam kami waspada," katanya.

Amin mengaku sudah melaporkan kejadian ini kepada Camat Dumai Barat, Muhammad Fauzan. Fauzan pun mengaku sudah menerima laporan tersebut. "Kami akan turun ke lapangan," kata Fauzan.

"Kalau memang benar yang berkeliaran itu ular kobra, masyarakat harus selalu waspada dan jika ada yang digigit harus cepat diberi pertolongan," tambah Fauzan.

Fauzan berjanji menurunkan tim kebersihan untuk membersihkan lingkungan di Jalan Nelayan Laut karena diduga ular-ular tersebut dapat berkembang biak di tumpukan sampah yang lembab dan basah. (cr01/hrc)

Tulis Komentar
Baca Berita Lainnya
Sabtu,16 September 2017 | 04:04:00 WIB

Ini Rangkaian Acara Riau Expo tanggal 14-20 Oktober 2017

 Ini Rangkaian Acara Riau Expo tanggal 14-20 Oktober 2017 PEKANBARU -  Sebentar lagi Perhelatan Akbar Riau Expo akan digelar pada tanggal 14-20 Oktober 2017, yang berLokasi di Ska Co EX Pekanbaru Riau,  Lokasi yang sangat strategis dan berada disentra bisnis Pekanbaru yang mudah di tempuh,  serta akan semakin meriah dgn  banyaknya acara acara yang diadakan diriau expo. Serta peserta mulai berbondong2 mendaftarkan produknya....
Kamis,29 September 2016 | 02:51:00 WIB

Di Riau Harga Daging Ayam Mulai Tak Stabil

 Di Riau Harga Daging Ayam Mulai Tak Stabil Pekanbaru-Pedagang masih menjual daging ayam diatas normal. Alasannya, persediaan ayam di tingkta distributor dilaporkan mulai menipis. Pedagang sengaja menaikan harga untuk menyesuaikan harga dari tingkat distributornya.   Hal itu seperti diungkapkan Ainul Safwan salah satu pedagang besar daging Ayam di Pasar Dupa Pekanbaru. Ia menjual daging ayam Rp24.000 pe....
Kamis,29 September 2016 | 02:50:00 WIB

BMKG Kembali Deteksi 40 Hotspot di Sumatera

BMKG Kembali Deteksi 40 Hotspot di Sumatera Pekanbaru-Hasil pantauan satelit Terra-Aqua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Rabu (28/9/2016) pagi, kembali mendeteksi sebanyak 40 titik hotspot di Pulau Sumtera yang tersebar di empat provinsi, yakni di Aceh lima titik, Sumatera Barat dua titik, Sumatera Utara 30 titik, dan Riau tiga titik.   "Di Sumatera hari ini ada....
Jumat,16 September 2016 | 03:11:00 WIB

Di Tahun 2017, Tour de Siak Lalui Etape Bengkalis dan Kota Melaka

 Di Tahun 2017, Tour de Siak Lalui Etape Bengkalis dan Kota Melaka SIAK-Pembangunan sektor pariwisata di daerah merupakan salah satu prioritas program Nawacita, karena dampak positifnya mampu menggerakkan langsung perekonomian rakyat. Karena itu usaha memajukan pariwisata harus terus dilakukan berkelanjutan, karena keuntungan bagi daerah baru akan terasa dimasa-masa yang akan datang. Hal tersebut disampaikan Bupati Siak Syamsuar dalam pertemua....
Rabu,14 September 2016 | 02:51:00 WIB

Sempat Nihil, Kini Titik Hotspot Kembali Muncul di Riau

 Sempat Nihil, Kini Titik Hotspot Kembali Muncul di Riau Pekanbaru-Sempat nihil sejak beberapa hari lalu, titik hotspot (titik panas) di Bumi Lancang Kuning kembali terdeteksi. Bahkan jumlah titik hotspot tersebut yang tertinggi di Pulau Sumantara.   Berdasarkan pantauan Satelit Terra-Aqua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Selasa (13/9/2016) pukul 16.00 WIB, sebanyak 27 titik hots....