Edited by Rohil Online Media
Hot News››

Ganti Rugi Lahan Perkantoran Pemko Terhenti

Jumat,20 Desember 2013 | 02:31:00
Ganti Rugi Lahan Perkantoran Pemko Terhenti
Ket Foto : Asisten I Setedako Pekanbaru, M Noer

PROSES ganti rugi lahan perkantoran Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru seluas 112,5 hektar di Tenayan Raya terhenti. Penyebabnya karena tak menemukan kata sepakat menyangkut harga tanah dari pemilik yang mematok Rp30 ribu per meter, sementara Pemko menawarkan Rp21 ribu per meter.

Hal ini dibenarkan Asisten I Setedako Pekanbaru, M Noer, Kamis (19/12/2013). "Sementara proses ganti rugi memang terhenti. Ini karena pemilik lahan meminta harga terlalu tinggi yakni, Rp30 ribu per meter. Sedangkan kita menawarkan Rp21 ribu per meter," sebut M Noer.

Sementara, sambungnya, Pemko Pekanbaru tak dapat menaikkan harga ganti rugi lahan secara mendadak karena yang menetapkan nilai ganti rugi lahan adalah tim independent. "Kalau melebihi ketetapan harga dari tim independent, tentu bertentangan dengan aturan," sambungnya.

Namun demikian, katanya, saat ini tim pengadaan lahan Pemko Pekanbaru masih terus melakukan pendekatan kepada pemilik lahan. "Bila nanti tercapai kesekapatan, pembayaran ganti rugi segera dilakukan sebelum akhir tahun ini. Tapi jika tidak tercapai kata sepakat, maka dana ganti rugi lahan yang disiapkan Rp50 miliar itu dikembalikan ke kas daerah," tegasnya.

Lahan di Soebrantas

Di sisi lain, pembebasan lahan di jalan Soebrantas Ujung sejak 4 tahun terakhir hingga kini juga belum dapat dilakukan. Pembebasan lahan ini direncanakan untuk pelebaran jalan yang berbatasan dengan Kabupaten Kampar.

Terbenturnya pembebasan lahan ini akibat pemiliknya tak diketahui keberadaannya. "Menurut informasi, lahan itu juga masih bersengketa. Kemudian, sepanjang jalan itu ada juga pemilik lahan lainnya tidak diketahui alamatnya. Belum lagi pemilik lainnya tidak bersedia diganti rugi. Inilah yang menyebabkan kita sulit melakukan pelebaran jalan di Soebarantas Ujung," jelas Kepala Bagian Pemerintahan Setdako Pekanbaru, Adi Suaska, Kamis (20/12/2013).

Namun demikian, pihaknya sudah menugasi pihak kelurahan dan kecamatan untuk melakukan berbagai upaya di lapangan terkait pembebasan lahan tersebut. "Kita pastikan sampai akhir tahun ini belum tuntas. Dan ini sudah tahun keempat," timpalnya.

Ia mejelaskan ada sekitar 15 persil lahan yang belum bisa dibebaskan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru yang terkendala pemilih lahan yang disengketakan tersebut tidak diketahui pemiliknya. Pihak pemko sendiri melalui pihak kelurahan dan kecamatan.

Untuk itu, tahun 2014 mendatang, Pemko akan menyiapkan Tim 9 untuk menentukan kebijakan pembebasan lahan tersebut jika tetap menemukan kendala. "Jika Tim 9 sudah bekerja, maka dana ganti rugi itu bisa dititipkan melalui pengadilan," katanya. (rep1)
 

Tulis Komentar
Baca Berita Lainnya
Kamis,25 Agustus 2016 | 03:14:00 WIB

Pemprov Riau Bantu Keluarga Anggota TNI yang Tewas saat Karhutla

  Pemprov Riau Bantu Keluarga Anggota TNI yang Tewas saat Karhutla PEKANBARU - Praka Wahyudi, anggota TNI AD dari Detasemen Rudal, Dumai yang gugur dalam tugas pemadaman Karlahut di Rokan Hilir, Rabu (24/8/2016) malam dikebumikan di kampung halamannya, Desa Pupus, Kecamatan Lembejan, Kabupaten Magetan,Jawa Timur.   Tangis haru keluarga kerabat dan rekan pecah saat prosesi pemakaman ala militer di mulai.Turut hadir dalam prose....
Kamis,25 Agustus 2016 | 02:56:00 WIB

Gaji Dipotong, Ratusan Honorer K2 Duduki Kantor Walikota

 Gaji Dipotong, Ratusan Honorer K2 Duduki Kantor Walikota Pekanbaru - Sekitar 300 tenaga honor kategori dua (K2) baik guru, penjaga sekolah dan tenaga harian lepas di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memenuhi lantai III Kantor Wali Kota Pekanbaru, Rabu (24/8). Mereka mempertanyakan pemotongan gaji oleh Pemko Pekanbaru.   Ketua Forum Komunikasi Tenaga Honorer K2 Kota....
Rabu,24 Agustus 2016 | 03:07:00 WIB

Asik, Harga TBS Kembali Naik

 Asik, Harga TBS Kembali Naik PEKANBARU - Perlahan namun pasti, harga Tandan Buah Segar (TBS) terus memperlihatkan angka menggembirakan. Ini terlihat dengan peningkatan kembali di pekan ke empat Agustus.    Kondisi ini diyakini akan memberikan kesejukan bagi petani kelapa sawit. Pasalnya harga TBS sawit pekan ini naik sebesar Rp123,85.      Sekertaris Penetapan Harga TB....
Rabu,24 Agustus 2016 | 03:01:00 WIB

Riau Kembali Dikurung 35 Titik Hotspot

 Riau Kembali Dikurung 35 Titik Hotspot Pekanbaru-Sempat nihil, titik hotspot di Wilayah Provinsi Riau kembali muncul. Pantauan satelit Terra-Aqua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Rabu (24/8/2016), terdeteksi sebanyak 35 titik hotspot.     Titik hostpot itu tersebar di Kabupaten Bengkalis 11 titik, Dumai tiga titik, Pelalawan lima titik, Rohil 1....
Selasa,23 Agustus 2016 | 10:15:00 WIB

Dua Warga Pekanbaru Meninggal Akibat DBD

 Dua Warga Pekanbaru Meninggal Akibat DBD Pekanbaru-Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menelan korban jiwa. Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat ada dua orang meninggal  akibat DBD di pekan ke-33 tahun 2016.    Dua orang yang meninggal tersebut masing-masing merupakan warga Kecamatan Tampan dan Kecamatan Payung Sekaki. Ini artinya, sudah 10 warga  meninggal akibat ....