Edited by Rohil Online Media
Hot News››

Tangkuban Perahu Meletus Lagi Pagi Ini

Senin,07 Oktober 2013 | 06:28:00
Tangkuban Perahu Meletus Lagi Pagi Ini
Ket Foto :

Gunung Tangkuban Parahu kembali memuntahkan phreatik kecil untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu tiga hari terakhir.

Pejabat Pelaksana Bidang Penyelidikan Pengamatan Gunung Api, Gede Suandika mengatakan Gunung yang terkenal dengan kisah Sangkuriang ini, kembali meletus Senin 7 Oktober 2013, sekitar pukul 07.02 WIB.

"Letusannya lebih kecil dibanding kemarin. Berlangsung selama 16 menit. Sama seperti kemarin hanya disekitar Kawah Ratu saja," katanya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Hingga pagi ini, status gunung ini masih pada tahap waspada dan belum naik ke level yang lebih tinggi meskipun sudah meletus sebanyak tiga kali.

"Aktivitas masih terbilang fluktuatif. Namun letusan susulan masih sering terjadi. Status belum naik," katanya dilansir vivanews.com.

Gede Suandika menambahkan bahwa sebuah tim khusus sudah diterjunkan untuk meneliti lebih intensif lagi guna mengukur deformasi kawah dan kandungan belerang dalam air kawah.

"Karena letusannya juga mempengaruhi kawah-kawah lain yang ada di Tangkuban Perahu," kata Gede.

Tangkuban Perahu yang selama ini jadi kawasan andalan Jawa Barat untuk wisata itu sudah ditutup sejak akhir tahun lalu. Kondisi gunung fluktuatif.(rep2)
 

Tulis Komentar
Baca Berita Lainnya
Senin,27 April 2015 | 12:35:00 WIB

4 Fakta tentang Gempa 7,8 SR Nepal

4 Fakta tentang Gempa 7,8 SR Nepal KATHMANDU -- Korban meninggal terus meningkat setelah gempa berkekuatan 7,8 Skala Ritchter (SR) melanda Nepal, Sabtu akhir pekan lalu. Gempa tersebut menghancurkan rumah hingga kuil-kuil bersejarah. Negara-negara tetangga juga merasakan guncangan hebat dari gempa tersebut.   ....
Senin,27 April 2015 | 09:30:00 WIB

Ini Daftar 34 WNI yang Berada di Nepal

 Ini Daftar 34 WNI yang Berada di Nepal Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) mengidentifikasi terdapat sekira 34 Warga Negara Indonesia (WNI) berada di Nepal saat terjadi gempa dengan kekuatan 7,9 Skala Richter (SR) dan menewaskan hampir 2.000 orang. Jumlah tersebut terdiri dari WNI yang memang menetap di Nepal sebanyak 18 orang, dan WNI tengah melakukan kunjungan ke Nepal sebanyak 16 orang, t....
Senin,27 April 2015 | 09:26:00 WIB

Rupanya, 2 Pendaki asal Bandung di Nepal Masih Pengantin Baru

 Rupanya, 2 Pendaki asal Bandung di Nepal Masih Pengantin Baru Kathmandu-Dua dari tiga pendaki asal Bandung yang tengah hiking ke Nepal merupakan pengantin baru. Mereka adalah Kadek Andana (26) dan Alma Parahita (32). "Mereka baru menikah satu bulan yang lalu. Dan mereka hiking ke Nepal dalam rangka bulan madu," ucap ibu Kadek, Lundi Farida melalui saluran telepon, Minggu (26/4/2015). Lundi menceritakan, kisah cint....
Senin,27 April 2015 | 08:45:00 WIB

Kata Mensos, Saat Ini Prostitusi Online Jadi Semacam Lifestyle

 Kata Mensos, Saat Ini Prostitusi Online Jadi Semacam Lifestyle Jakarta-Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melihat akar masalah dari maraknya prostitusi online akibat problem moral dan karakter. "Ini sudah semacam lifestyle, ada problem moral, karakter, bukan problem ekonomi yang butuh revolusi mental dalam Nawa Cita dan revolusi karakter,"tegas Mensos, Ahad (26/4). Kondisi semacam ini sudah diamati Ketua Umum ....
Jumat,24 April 2015 | 02:38:00 WIB

Gemar Setubuhi Murid, Bu Guru Ini Terancam 45 tahun Penjara

Gemar Setubuhi Murid, Bu Guru Ini Terancam 45 tahun Penjara Brianne Altice (35) , guru perempuan asal Kota Kaysville, Negara Bagian Utah, Amerika Serikat, diajukan ke pengadilan lantaran menyetubuhi muridnya. Ibu guru cabul yang mengajak senggama anak di bawah umur ini didakwa pasal berlapis.   Jaksa mengajukan 11 dakwaan, termasuk p....
Senin,27 April 2015 - 12:35:00 WIB

4 Fakta tentang Gempa 7,8 SR Nepal

Senin,27 April 2015 - 09:32:00 WIB

Kecelakaan Sesi Latihan, Marquez Harus Dioperasi

Senin,27 April 2015 - 09:30:00 WIB

Ini Daftar 34 WNI yang Berada di Nepal

Senin,27 April 2015 - 09:26:00 WIB

Ini Dia Tarif PSK Online di Kalibata City Jakarta