Edited by Rohil Online Media
Hot News››

Horee, Musim Kemarau Hanya Sampai Akhir September

Selasa,27 Agustus 2013 | 09:09:00
 Horee, Musim Kemarau Hanya Sampai Akhir September
Ket Foto :

Jakarta-Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Mulyono Prabowo mengatakan musim kering yang saat ini terjadi akan terus berlanjut hingga akhir September mendatang.

“Suhu udara akan semakin meninggi tepatnya hingga 23 September nanti, saat matahari benar-benar berada di atas equator,” kata Mulyono saat dihubungi, Senin malam kemarin, (26/8).

Mulyono mengatakan musim kering yang terjadi karena saat ini matahari masih berada di utara equator, sehingga udara masih berhembus dari daratan Australia menuju utara. Angin yang berhembus ke utara ini bersifat kering karena melalui daratan Australia dan lautan yang sempit.

Angin kering yang dibawa dari Australia, menyebabkan curah hujan rendah di beberapa wilayah. Karena itu Mulyono menyebutkan kekeringan di beberapa daerah saat ini adlaah situasi yang normal. “Ini siklus pada umumnya di Agustus-September,” katanya seperti dilansir tempo.co

Kepala Sub Bagian Informasi Publik BMKG, Harry Tirto Djatmiko mengatakan kondisi musim kering tahun ini sebenarnya tak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, udara kering dirasakan lebih oleh masyarakat karena pada saat awal musim kering cuacanya agak basah. “Jadi sekarang seolah-olah cuacanya sangat terik.”

Musim hujan yang diprediksi mulai terjadi pertengahan September nanti, kata Harry akan dirasakan berbeda di setiap wilayah. Beberapa wilayah di bagian utara akan lebih dulu merasakan musim hujan lantaran angin basah berhembus dari utara ke selatan.

Harry mengatakan, BMKG secara resmi akan merilis prakiraan awal musim hujan tahun ini pada pekan pertama September nanti. Saat ini tim BMKG masih menggodok prakiraan musim secara nasional. (rep05)

Tulis Komentar
Baca Berita Lainnya
Kamis,04 Februari 2016 | 12:43:00 WIB

Menteri Rizal: Perancis Ingin Matikan Industri Sawit Indonesia

 Menteri Rizal: Perancis Ingin Matikan Industri Sawit Indonesia JAKARTA—Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli menentang rencana pengenaan pajak progresif untuk semua produk berbasis minyak kelapa sawit oleh Perancis. Bahkan, ia menyebut rencana Perancis itu sebagai kebijakan yang congkak.   "Rencana kebijakan itu menunjukkan kecongkakan luar biasa dan sangat tidak beralasan," ujar Rizal dalam sia....
Kamis,04 Februari 2016 | 12:41:00 WIB

Kejutan Baru Ahok: Angkot di Jakarta akan Dihapus

 Kejutan Baru Ahok: Angkot di Jakarta akan Dihapus JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan bahwa ia akan menghapus angkutan kota (angkot) di Ibu Kota. Pengusaha angkot diminta beralih ke bus sedang sebagai penggantinya.   "Kalau Anda tidak mau ganti yang besar, kami enggak mau lagi lihat angkot di Jakarta. Nanti dia di pinggir kota saja, sudah," kata Basuki di Balai Kot....
Kamis,04 Februari 2016 | 12:30:00 WIB

Harga Minyak Turun, Kerugian Chevron Membengkak

 Harga Minyak Turun, Kerugian Chevron Membengkak JAKARTA - Anjloknya harga minyak dunia membuat laporan keuangan perusahaan migas asal Amerika Serikat (AS) Chevron berapor merah. Tercatat, Chevron memperoleh rugi sebesar USD588 juta pada kuartal IV-2015.   CEO Chevron Corporation John Watson menyatakan, laba sepanjang 2015 turun signifikan dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu, pihaknya perlu mengambil tind....
Senin,01 Februari 2016 | 08:15:00 WIB

Wakil Jaksa Agung Mundur, Kejagung Dinilai Dalam Posisi Berbahaya

Wakil Jaksa Agung Mundur, Kejagung Dinilai Dalam Posisi Berbahaya JAKARTA - Mundurnya Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto membuat gaduh seluruh pejabat di korps Adhyaksa. Pasalnya, Andhy tercatat memiliki waktu dua tahun lagi untuk berkiprah dibawah pimpinan Jaksa Agung HM Prasetyo.   Menanggapi hal itu, Guru Besar Universitas Kristen (UKI), Muchtar Pakpahan menilai mundurnya orang nomor dua di korps Adhyaksa itu menjadi sinyal....
Rabu,27 Januari 2016 | 12:35:00 WIB

Eks Bos Gafatar: Kami Sudah Keluar dari Islam, Maka Bukan Aliran Sesat

Eks Bos Gafatar: Kami Sudah Keluar dari Islam, Maka Bukan Aliran Sesat JAKARTA -- Mantan ketua umum Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) periode 2011-2015 Mahful Tumanurung mengklaim bahwa Majelis Ulama Indonesia salah alamat dalam melabelkan sesat pada anggota Gafatar. Sebab, kata dia, ajaran-ajaran Gafatar bukanlah bagian dari agama Islam sehingga tidak bisa dikatakan menyimpang.    “Kami menyatakan sikap telah keluar d....
Sabtu,06 Februari 2016 - 01:41:00 WIB

Makodim 0321 Rohil Segera di Resmikan

Jumat,05 Februari 2016 - 11:37:00 WIB

Pemkab Rohil Bertekat Raih Predikat Kiblat Catur

Jumat,05 Februari 2016 - 07:32:00 WIB

Junaidi : Rohil Bebas Dari Virus Zika

Jumat,05 Februari 2016 - 05:15:00 WIB

Atlit Berprestasi Rohil Terima Reward

Jumat,05 Februari 2016 - 03:27:00 WIB

Pobsi Akan Datangkan Pelatihan Luar Negeri

Jumat,05 Februari 2016 - 02:39:00 WIB

Satpol PP Rutin Lakukan Pendataan Pengunjung