Edited by Rohil Online Media
Hot News››

Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Perksa KPK

Rabu,11 Mei 2016 | 07:54:00
 Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Perksa KPK
Ket Foto : Irwandi Yusuf

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Gubernur Aceh 2007-2012 Irwandi Yusuf dalam perkara dugaan korupsi dalam proyek pembangunan dermaga Sabang 2011 yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, Rabu, Irwandi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ruslan Abdul Gani, yang sudah ditahan KPK sejak 16 Maret 2016.

Ruslan diduga melakukan penggelembungan harga dan penunjukan langsung yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp116 miliar saat menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya yang menjerat Heru Sulaksono, mantan Kepala PT Nindya Karya Cabang Sumatera Utara dan Aceh yang menjadi kuasa Nindya Sejati Joint Operation dalam proyek pembangunan dermaga Sabang, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut Ramadhani Ismy.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman sembilan tahun penjara dan kewajiban membayar uang pengganti Rp12,6 miliar pada 1 Desember 2014 kepada Heru karena dinilai terbukti korupsi dan melakukan pencucian uang.

Dalam vonis tersebut, Heru terbukti memperkaya Ruslan hingga Rp100 juta. Proyek dermaga Sabang dikerjakan oleh PT Nindya Karya bekerja sama dengan perusahaan lokal PT Tuah Sejati.

Heru ditunjuk sebagai kuasa Nindya Sejati Joint Operation tapi proses pengadaan barang dan jasa pembangunan Dermaga Sabang dari 2004, 2006-2011 tidak dilaksanakan sesuai pedoman pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Menurut vonis hakim, pelelangan proyek terbukti diatur oleh PPK dan Nindya Sejati Joint Operation berlangsung terus dari tahun 2006-2011 lewat penunjukan langsung dengan alasan proyek tersebut satu kesatuan konstruksi.

Pada saat proses pengadaan, Heru dan sejumlah orang menggunakan harga perkiraan sendiri yang sudah digelembungkan sebagai dasar pembuatan surat penawaran oleh Nindya Sejati Joint Operation.

Heru selanjutnya mensubkontrakan pekerjaan utama kepada CV SAA Inti Karya Teknik pada 2006 dan untuk tahun 2007-2011 kepada PT Budi Perkasa Alam tanpa persetujuan.(ant/nt)
 

Tulis Komentar
Baca Berita Lainnya
Selasa,20 Juni 2017 | 08:36:00 WIB

Liburan ke Batu Cave Malaysia dengan Malaysia Airlines

Liburan ke Batu Cave Malaysia dengan Malaysia Airlines Malaysia merupakan negara tetangga dan letaknya paling dekat dengan Indonesia jika dilihat secara geografis. Malaysia juga menjadi negara selanjutnya yang paling dituju wisatawan asal Indonesia setelah Singapura. Oleh karenanya banyak maskapai yang menyediakan rute Indonesia-Malaysia dan menawarkan promo, salah satunya adalah Malaysia Airlines, untuk memesan tiketnya, Anda bisa mengh....
Rabu,14 September 2016 | 02:52:00 WIB

Alhamdulilah, Gereja Ambon Sumbang Hewan Kurban

 Alhamdulilah, Gereja Ambon Sumbang Hewan Kurban  Ambon - ‎Gereja Protestan Maluku (GPM) menyerahkan hewan kurban kepada Panitia Hari Raya Qurban Masjid An Nur, Desa Batu Merah, Sirimau Kota Ambon. Hewan kurban diserahkan pendeta A.Hetharion, yang didampingi oleh pendeta .A.Latupeirissa, dan diterima Panitia Hari Raya Qurban Masid Annur Desa Batu Merah, pada Jumat 9 September 2016.    ‎"Bagi....
Kamis,08 September 2016 | 04:10:00 WIB

Awas Sudah Dekat, Virus Zika Sudah Menyerang Malaysia

 Awas Sudah Dekat, Virus Zika Sudah Menyerang Malaysia KUALALUMPUR-Setelah Singapura, kini giliran Malaysia yang mengkonfirmasi adanya serangan virus zika terhadap warga negaranya. Otoritas setempat menyebutkan penderitanya adalah seorang perempuan hamil.   Informasi itu disampaikan Menteri Kesehatan Malaysia S Subramaniam, Rabu (7/9/2016). Ini adalah kasus zika pertama yang ditemukan di Malaysia. Dalam keterangan....
Kamis,08 September 2016 | 04:09:00 WIB

Akhirnya Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar Kembali Menjadi WNI

 Akhirnya Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar Kembali Menjadi WNI JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyatakan, status kewarganegaraan AS dan paspor mantan Menteri ESDM, Archandra Tahar sudah dicabut dan diterima oleh keimigrasian AS pada 12 Agustus 2016 lalu.   Hal itu dikatakan Yasonna saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, di Gedung Nusantara III, kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, ....
Rabu,07 September 2016 | 04:41:00 WIB

Desember, Presiden dan Wapres Datang ke Pelalawan

 Desember, Presiden dan Wapres Datang ke Pelalawan PELALAWAN - Setelah mendapat angin segar masuknya Techno Park Pelalawan dalam prioritas pembangunan Nasional dengan diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) RI No 45 tahun 2016 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2017, kabupaten Pelalawan kembali mendapat kabar gembira. Dimana pada awal Desember mendatang, Presiden RI Ir H Joko Widodo bersama Wakil Presiden RI H Jusuf Kalla dida....