Edited by Rohil Online Media
Hot News››

Dewan Nilai Dana BOS Masih Belum Membantu Wali Murid

Rabu,05 Agustus 2015 | 11:52:00
Dewan Nilai Dana BOS Masih Belum Membantu Wali Murid
Ket Foto :
Pekanbaru-Banyak keluhan masyarakat di Provinsi Riau, dalam hal ini wali murid. Memasuki tahun ajaran baru selalu saja menjadi pikiran untuk memasukkan anak ke sekolah yang dipilih. Ini selalu menjadi persoalan setiap tahunnya. Terutama mengenai biaya buku dan seragam. Meski sudah ada dana BOS namun dinilai belum membantu.
 
Padahal tujuan adanya dana BOS oleh pusat itu, adalah untuk membantu siswa miskin dalam melanjutkan jenjang pendidikan, dan supaya tidak ada lagi anak putus sekolah karena mahalnya biaya pendidikan. Menanggapi persoalan ini, anggota DPRD Provinsi Riau Ade Hartati menyebutkan, terkait dana BOS, merupakan kebijakan pusat. Anggaran Provinsi Riau dan pemerintah kabupaten/kota belum ada. 
 
Dikatakan politisi PAN ini, nanti akan berbagi tugas provinsi dengan kabupaten/kota. ‘’Kita memerlukan agar pemerintahan melihat rencana anggaran sekolah yang riil itu seperti apa? Karena menyangkut sekolah dan ribuan anak setiap harinya. Jadi harus dikaji dan ditelaah secara utuh oleh pemerintah,’’ katanya, Selasa (4/8).
 
Untuk itu diimbau, soal sekolah ini ada tanggungjawab orangtua dan ada tanggungjawab pemerintah. 
‘’Tujuannya, bagaimana beban wali murid ini berkurang, tentu pemerintah harus ambil bagian, dengan memberikan kelonggaran, namun tidak mencekik,’’ tuturnya.
 
Disebutkan Ade, UU nomor 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional, dinyatakan pendidikan itu merupakan tanggungjawab bersama antara orangtua, pemerintah dan pihak-pihak terkait, terutama swasta yang punya komitmen pembangunan pendidikan.
 
‘’Mengenai seragam sekolah ini yang bakal dipakai oleh anaknya sehari-hari, menjadi tanggungjawab sepenuhnya oleh orangtua. Soal seragam yang diperjualbelikan itu, harga harus didudukkan, dan dibincangkan kepada orangtua oleh pihak sekolah dan komite sekolah. Apakah bisa dibeli di luar, atau dibeli melalui sekolah. Kalau dibeli di sekolah tentu ada tata cara yang tidak memberatkan, di cicil atau bagaimana. Ini harus dikomunikasikan,’’ ungkapnya.
 
Kemudian disampaikannya, tanggungjawab pemerintah. Sebagaimana diceritakan Ade, dirinya ada ikut rapat komite di salah satu sekolah di Pekanbaru. Dia melihat kehadiran pemerintah dalam hal tanggungjawab terhadap anggaran pendidikan itu masih diperlukan.
 
‘’Agar sekolah tempat anak, atau rumah anak untuk mendapatkan pendidikan tidak terbebani oleh biaya pendidikan yang setiap saat harus dikeluarkan itu memberatkan,’’ katanya.
 
 ‘’Jadi harus ada dibangun sebuah desain forum komite sekolah, sehingga hal pembiayaan pendidikan bisa ditindaklanjuti dan dirumuskan untuk mendorong pemerintah lebih melihat keperluan riil pendidikan,’’ tuturnya.
 
Memang setiap pemerintahan kabupaten/kota itu sudah menyatakan sudah menjalankan amanah Undang-undang, di mana 20 persen anggaran itu sudah dialokasikan untuk pendidikan.(rep05/rpc)
 
Tulis Komentar
Baca Berita Lainnya
Sabtu,16 September 2017 | 04:04:00 WIB

Ini Rangkaian Acara Riau Expo tanggal 14-20 Oktober 2017

 Ini Rangkaian Acara Riau Expo tanggal 14-20 Oktober 2017 PEKANBARU -  Sebentar lagi Perhelatan Akbar Riau Expo akan digelar pada tanggal 14-20 Oktober 2017, yang berLokasi di Ska Co EX Pekanbaru Riau,  Lokasi yang sangat strategis dan berada disentra bisnis Pekanbaru yang mudah di tempuh,  serta akan semakin meriah dgn  banyaknya acara acara yang diadakan diriau expo. Serta peserta mulai berbondong2 mendaftarkan produknya....
Kamis,29 September 2016 | 02:51:00 WIB

Di Riau Harga Daging Ayam Mulai Tak Stabil

 Di Riau Harga Daging Ayam Mulai Tak Stabil Pekanbaru-Pedagang masih menjual daging ayam diatas normal. Alasannya, persediaan ayam di tingkta distributor dilaporkan mulai menipis. Pedagang sengaja menaikan harga untuk menyesuaikan harga dari tingkat distributornya.   Hal itu seperti diungkapkan Ainul Safwan salah satu pedagang besar daging Ayam di Pasar Dupa Pekanbaru. Ia menjual daging ayam Rp24.000 pe....
Kamis,29 September 2016 | 02:50:00 WIB

BMKG Kembali Deteksi 40 Hotspot di Sumatera

BMKG Kembali Deteksi 40 Hotspot di Sumatera Pekanbaru-Hasil pantauan satelit Terra-Aqua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Rabu (28/9/2016) pagi, kembali mendeteksi sebanyak 40 titik hotspot di Pulau Sumtera yang tersebar di empat provinsi, yakni di Aceh lima titik, Sumatera Barat dua titik, Sumatera Utara 30 titik, dan Riau tiga titik.   "Di Sumatera hari ini ada....
Jumat,16 September 2016 | 03:11:00 WIB

Di Tahun 2017, Tour de Siak Lalui Etape Bengkalis dan Kota Melaka

 Di Tahun 2017, Tour de Siak Lalui Etape Bengkalis dan Kota Melaka SIAK-Pembangunan sektor pariwisata di daerah merupakan salah satu prioritas program Nawacita, karena dampak positifnya mampu menggerakkan langsung perekonomian rakyat. Karena itu usaha memajukan pariwisata harus terus dilakukan berkelanjutan, karena keuntungan bagi daerah baru akan terasa dimasa-masa yang akan datang. Hal tersebut disampaikan Bupati Siak Syamsuar dalam pertemua....
Rabu,14 September 2016 | 02:51:00 WIB

Sempat Nihil, Kini Titik Hotspot Kembali Muncul di Riau

 Sempat Nihil, Kini Titik Hotspot Kembali Muncul di Riau Pekanbaru-Sempat nihil sejak beberapa hari lalu, titik hotspot (titik panas) di Bumi Lancang Kuning kembali terdeteksi. Bahkan jumlah titik hotspot tersebut yang tertinggi di Pulau Sumantara.   Berdasarkan pantauan Satelit Terra-Aqua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Selasa (13/9/2016) pukul 16.00 WIB, sebanyak 27 titik hots....