Edited by Rohil Online Media
Hot News››

Walau Harga Naik, Kebutuhan Beras Inhu Tercukupi

Minggu,01 Maret 2015 | 12:52:00
 Walau Harga Naik, Kebutuhan Beras Inhu Tercukupi
Ket Foto :

RENGAT-Kebutuhan akan beras bagi masyarakat Inhu saat ini terlihat dapat terpenuhi. Meskipun ada kenaikan harga di pasaran yang dijual oleh para pedagang.

Walaupun beras dapat diperoleh dengan mudah di Inhu ternyata sebagian besar berasal dari luar daerah. Mengingat produksi gabah kering panen yang dihasilkan selama ini hanya bisa memenuhi 30 persen kebutuhan masyarakat.

"Dari hasil ataupun produksi gabah kering panen yang kita lakukan selama ini melalui panen raya hanya mampu memenuhi 30 persen dari kebutuhan beras masyarakat. Dengan estimasi jumlah penduduk Inhu hanya sebanyak 400 ribu jiwa,"jelas Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Inhu Rahmat SP, Jumat (27/2/2015).

Menurutnya, tahun 2015 ini dikembangkan tanaman padi seluas 3.272 hektar yang tersebar di berbagai kecamatan di Inhu. Dengan hasil produksi gabah kering panen setiap hektarnya mencapai 4,2 ton setiap kali panen dan ada yang dua kali panen dalam satu tahun.

"Tahun depan diharapkan produksi gabah kering panen sudah dapat menutupi 50 persen dari kebutuhan masyarakat Inhu. Berbagai upaya dilakukan selain perluasan areal tanam juga perbaikan saluran irigasi, pintu air serta juga pemupukan dan pembinaan petani secara intensif,"jelas Rahmat, dikutip halloriau.com.

Lebih jauh diungkapkannya bahwa pihaknya saat ini sudah mengetahui mengenai adanya kenaikan harga beras di pasaran. Tetapi harga beras yang berada di kilang Kec. Batang Cenaku pada hari Kamis (26/2/2015) masih seperti biasa Rp 8.500/kg.

Dari pantaun di lapangan, seperti di pasar rakyat Airmolek Kec. Pasir Penyu pada hari Jumat (27/2/2015) beras cukup banyak tersedia. Baik yang dijual di kedai-kedai maupun juga di los dan supermarket.

Namun demikian menurut Wirdahayati warga masyarakat Kota Airmolek terjadi kenaikan harga beras yang sering dibelinya. Menurutnya beras belida yang sebelumnya dibeli Rp. 10.700/kg mengalami kenaikan menjadi Rp 11.200/kg.

"Selaku masyarakat kita berharap agar harga beras dapat diturunkan mengingat berbagai harga kebutuhan lainnya mengalami kenaikan yang memberatkan ekonomi. Apalagi beras merupakan kebutuhan pokok yang harus ada,"ungkap Wirdahayati.  (cr01/hrc)

Tulis Komentar
Baca Berita Lainnya
Sabtu,16 September 2017 | 04:04:00 WIB

Ini Rangkaian Acara Riau Expo tanggal 14-20 Oktober 2017

 Ini Rangkaian Acara Riau Expo tanggal 14-20 Oktober 2017 PEKANBARU -  Sebentar lagi Perhelatan Akbar Riau Expo akan digelar pada tanggal 14-20 Oktober 2017, yang berLokasi di Ska Co EX Pekanbaru Riau,  Lokasi yang sangat strategis dan berada disentra bisnis Pekanbaru yang mudah di tempuh,  serta akan semakin meriah dgn  banyaknya acara acara yang diadakan diriau expo. Serta peserta mulai berbondong2 mendaftarkan produknya....
Kamis,29 September 2016 | 02:51:00 WIB

Di Riau Harga Daging Ayam Mulai Tak Stabil

 Di Riau Harga Daging Ayam Mulai Tak Stabil Pekanbaru-Pedagang masih menjual daging ayam diatas normal. Alasannya, persediaan ayam di tingkta distributor dilaporkan mulai menipis. Pedagang sengaja menaikan harga untuk menyesuaikan harga dari tingkat distributornya.   Hal itu seperti diungkapkan Ainul Safwan salah satu pedagang besar daging Ayam di Pasar Dupa Pekanbaru. Ia menjual daging ayam Rp24.000 pe....
Kamis,29 September 2016 | 02:50:00 WIB

BMKG Kembali Deteksi 40 Hotspot di Sumatera

BMKG Kembali Deteksi 40 Hotspot di Sumatera Pekanbaru-Hasil pantauan satelit Terra-Aqua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Rabu (28/9/2016) pagi, kembali mendeteksi sebanyak 40 titik hotspot di Pulau Sumtera yang tersebar di empat provinsi, yakni di Aceh lima titik, Sumatera Barat dua titik, Sumatera Utara 30 titik, dan Riau tiga titik.   "Di Sumatera hari ini ada....
Jumat,16 September 2016 | 03:11:00 WIB

Di Tahun 2017, Tour de Siak Lalui Etape Bengkalis dan Kota Melaka

 Di Tahun 2017, Tour de Siak Lalui Etape Bengkalis dan Kota Melaka SIAK-Pembangunan sektor pariwisata di daerah merupakan salah satu prioritas program Nawacita, karena dampak positifnya mampu menggerakkan langsung perekonomian rakyat. Karena itu usaha memajukan pariwisata harus terus dilakukan berkelanjutan, karena keuntungan bagi daerah baru akan terasa dimasa-masa yang akan datang. Hal tersebut disampaikan Bupati Siak Syamsuar dalam pertemua....
Rabu,14 September 2016 | 02:51:00 WIB

Sempat Nihil, Kini Titik Hotspot Kembali Muncul di Riau

 Sempat Nihil, Kini Titik Hotspot Kembali Muncul di Riau Pekanbaru-Sempat nihil sejak beberapa hari lalu, titik hotspot (titik panas) di Bumi Lancang Kuning kembali terdeteksi. Bahkan jumlah titik hotspot tersebut yang tertinggi di Pulau Sumantara.   Berdasarkan pantauan Satelit Terra-Aqua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Selasa (13/9/2016) pukul 16.00 WIB, sebanyak 27 titik hots....